B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Berawal dari keprihatinan situasi bangsa saat itu dan panggilan diteguhkan dengan kebenaran, membuat Rohaniawan muda ini terpanggil hati untuk terjun kedunia politik. Adalah Ferdinan Ginting, yang saat ini berprofesi sebagai sang motivator dan Trainer.
Pria berkecamata Lulusan STT LETS Jakarta yang lahir pada 24 Desember 1978 terjun kedunia politik ini juga bukan tanpa alasan, selain keprihatinan terhadap bangsa, namun Ferdinan juga terinspirasi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama alias Ahok. Dimana Ahok pernah menyebutkan dalam kutipan “kalo kamu ingin mengusahakan kota itu, dua kemungkinan yang bisa dilakukan, yaitu jadi pengusaha, karena kalo kita menjadi pengusaha banyak uang dan kita bisa lakukan banyak hal di kota, dan yang kedua kalo kamu bukan pengusaha ya jadi lah pejabat,”.
“Yang saya sadari memang untuk mengusahakan Kota ini yang dimana saya tambah menjadi sebuah inspirasi saya sebetulnya Ahok Ahok pernah bilang itu, akhirnya saya memutuskan untuk betul betul full di politik mulai tahun 2017, walaupun saya mengikuti, bahkan saya pernah juga mengikuti satu partai. Dan dulu juga saya pernah mau mencalonkan diri menjadi calon legislatif, namun ada beberapa hal pertimbangan, akhirnya saya tidak jadi, itulah yang menjadi alasan saya untuk saya terjun ke politik. Itu tadi karena panggilan yang kuat untuk membuat sesuatu di Kota kita,”cerita Ferdinan.
Selain inspirasi Ahok, kedua sambung Ferdinan, atas dasar memiliki keyakinan hidup ini mengasihi sesama.
“Selama ini saya aktif dalam bidang trinner, motivator ataupun di rohaniawan, saya banyak hal yang saya bisa lakukan, tapi hanya saya ingin memperluas lebih lagi bahwa sesama itukan bukan hanya bicara sodara seiman saya, sesama itu juga adalah orang-orang yang diluar seiman saya, untuk saya bisa memperluas itu saya rasa mau tidak mau saya harus terjun ke dunia politik,”ungkapnya.
Alasan lain Ferdinan, tentu adanya keyakinan memiliki mimpi yang jauh dan terlibat lebih jauh lagi dalam politik. Bahkan memiliki mimpi hingga menjadi politisi tingkat nasional.
“Itu mimpi saya sejak tahun 2004. Dan akhirnya beberapa tahun belakangan ini mulai, saya melihat mulai ada arah kesana,”katanya.
Ferdinan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini maju sebagai Calon Anggota Dewan DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Selatan nomor urut 1 mengatakan, ada motivasi besar lain terjun politik, yaitu tak terlepas dari dukungan orang-orang yang dianggapnya seperti figur, mentor yang mendampingi meneguhkan hidupnya selama ini.
“Kalo di Kota Bogor ini ada pak Rahmat Manulang sebagai figur di Kota Bogor yang saya pikir kalangan Kristiani hampir banyak yang tahu beliau. Selain teman-teman saya, memang waktu itu saya share yang pertama kali kepada istri saya, istri saya berkata kalo itu memang panggilan saya, ya saya engga bisa lari dari panggilan, ya silahkan katanya karena di uji dengan waktu dan dukungan dari keluarga juga kuat, artinya orang tua saya mendukung,” imbuhnya.
Kembali Ferdinan menuturkan, dalam dirinya, ia betul-betul bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk Kota Bogor khususnya, padahal ia sendiri tinggal di Kabupaten Bogor, tetapi Kabupaten Bogor itu sangat luas, artinya Kota Bogor merupakan bagian dari kehidupan, karena jaraka tempuh Kabupaten Kota tidak begitu jauh.
Menurut Ferdinan, seluruh warga indonesia, tahu Bogor. Karena ada istana presiden, bahkan presiden kita sekarang juga tinggal di Bogor. Jadi ini akan menjadi barometer dan menjadi bahan perbincangan dalam arti ketika Bogor ini sejahtera, rakyatnya makmur, lalu juga Bogor ini menjadi satu model yang bisa memacu kota-kota yang lain bahkan provinsi.
“Ya, itu yang mendasari saya kenapa saya memilih Kota Bogor. Karena saya ingin mulai dari yang kecil. Saya ingin menyatakan kasih khususnya Bogor Selatan, bagaimana supaya masyarakat Bogor Selatan kehidupannya lebih layak dan lebih sejahtera,”ucapnya.
Karena ia memahami, manusia itu semua di mata tuhan sama, tidak ada perbedaan dan semua orang berhak untuk merasakan kesejahteraan yang tuhan sediakan kekayaan alam untuk indonesia ini, bukan hanya pejabat, tetapi masyarakat indonesia pun harus menikmati kekayaan alam yang tuhan berikan atas bangsa ini, bagaimana supaya kekayaan itu bisa dinikmati.
Ferdinan meyakini, jika ada kehendak yang maha kuasa, bisa duduk di kursi DPRD, tujuannya tidak untuk mengambil kekuasaan, karena bagi dirinya, kekuasaan itu adalah amanah.
“Apapun yang kita lakukan kalo bukan kehendak yang maha kuasa engga bakal jadi. Tapi bagaimana kita bisa tahu kehendak tuhan itu, usaha dan ikhtiar. Dibuktikan nanti 17 April,”tutupnya. (dr/bc)




No comment