B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bogor menggelar unjuk rasa. Mereka menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan Kenaikan komoditas bahan pokok. Namun, dalam aksinya para Mahasiswa harus membubarkan diri dengan terpaksa. Pembubaran itu dilakukan oleh ratusan pengendara motor yang melintas karena dinilai menganggu kenyamanan berkendara, terlebih menjelang waktu berbuka puasa pada petang hari, Selasa (12/04/22).
Pantauan bogorchannel.id di lapangan, banyak nya pengendara motor yang melintas di jalan Ir Djuanda berbondong bondong mendobrak water barrier yang sudah di siapkan petugas keamanan.
Setelah menerobos water barrier para pengendara itu membubarkan paksa mahasiswa yang melakukan aksi dengan membunyikan klakson dengan bersamaan tepat di hadapan para mahasiswa yang melakukan Border hidup.
Ada nya hal itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menggunakan pengeras suara menyampaikan kepada mahasiswa aksi untuk menguatkan border hidup dan ia mengatakan jangan sampai ada nya penyusup.
“Barisan, sampai ada penyusup, tetap amankan, kuat kan border,” tegasnya kepada para mahasiswa.
Di ketahui, mahasiswa melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat bukan hanya menuntut kenaikan harga bahan pangan pokok dan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tetapi juga meminta pemerintah mengusut tuntas mafia minyak goreng. Menuntut pemerintah untuk mengembangkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai solusi untuk kelangkaan minyak goreng dengan menggunakan program subsidi. Menuntut pemerintah untuk penyebaran pangan di setiap daerah.
Selain mendesak Presiden untuk menindak tegas pejabat pejabat publik atau elit politik yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden karena telah membuat kegaduhan di kalangan masyarakat.
Mendesak Presiden untuk kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% karena akan menambah kenyamanan ekonomi masyarakat.
Mendesak presiden untuk tidak memprioritaskan pembangunan kota baru negara dan fokus pada pemulihan serta percepatan perekonomian pasca pandemi.
Permintaan pemerintah untuk tidak terus memperbesar hutang negara. (ER/BC)




No comment