B-CHANNEL, KOTA BOGOR-Â Menyusul banyaknya jatuh korban akibat menyetop truk sembarangan secara paksa di Jalan Raya, Kasatlantas Poresta Bogor Kota melakukan sosialisasi ke para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus sekolah.
Diketahui, aksi nekat dilakukan para rombongan remaja liar (Rojali) yang merupakan anak remaja menyaru pakaian santri, dalihnya mengikuti pengajian, padahal ikut aksi stop paksa kendaraan truk yang melaju cepat saat di Jalan Raya.
“Jadi, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini ada enam orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan terkait aksi berbahaya tersebut,”ujar Kasat Lantas Poresta Bogor Kota Kompol Galih Apria, Kamis (27/01/22).
Galih mengatakan, aksi Rojali, biasanya membuat konten-konten untuk diunggah ke media sosial dengan mempertaruhkan nyawa memberhentikan truk yang sedang melaju kencang secara mendadak dan paksa.
Maka langkah dan upaya ini dilakukan bertujuan pencegahan dengan berkolaborasi bersama Kasat Sabhara, Kasat Binmas dan Para Kapolsek untuk melakukan langkah yang tepat.
“Kita libatkan para tokoh dan pengurus orangtua untuk berpartisipasi membantu mensosialisasikan tentang bahaya aksi rojali dan selain itu membagikan selebaran hastag #stop_rojali,”katanya.
Pihaknya berharap, dengan menyambangi tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pengurus sekolah ini, bisa tersampaikan kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak ikut atau terlibat dalam aksi berbahaya tersebut. Termasuk meminta para pengemudi truk untuk tidak memberikan tumpangan karema beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas. (ER/BC)




No comment