Terkena Dampak Longsoran Mega Proyek Double Track, Warga Ngadu ke LBH 1201, Kuasa Hukum Siap Dampingi Hingga Tuntas

IMG 20211102 WA0024

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Imbas tanah longsoran panel milik PT.KAI beberapa waktu lalu berdampak terhadap warga di Kampung Sirna Sari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Longsoran dari proyek double track jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi tersebut membuat warga geram. Buntutnya, warga  terdampak mengadu nasib ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) 1201 dan akan  melakukan gugatan.

Mewakili warganya, Ahmad Yani selaku ketua RW 04 setempat menceritakan kejadian tanah longsor tanah dan air yang menimpa 4 rumah yang di huni 20 jiwa tersebut pada dua bulan lalu tepatnya pada tanggal 08 September 2021.

“Jadi pada tanggal 8 bulan 9 jam 4 sore kondisi hujan deras dan tidak kami bayangkan tiba-tiba terjadi longsor. Panel dari proyek PT KAI sebagian roboh timbulkan longsoran menimpa warga kami, yaitu empat rumah,” kata Ahmad kepada media, Selasa, (02/11/21).

Ahmad melanjutkan, dalam peristiwa itu, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun ke empat rumah yang dihuni sekitar 20 jiwa mengalami kerugian materi. Kerusakan terjadi pada sebagian bangunan beserta barang-barang rumah tangga milik warga.

“Dan kami sudah menindaklanjuti kejadian itu ke berbagai pihak, terutama kelurahan dan kecamatan sekaligus ke pelaksana pekerjaan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahkan pihaknya sempat melakukan upaya mediasi antara warga dengan pihak pelaksana pekerjaan. Waktu itu, perwakilan pelaksana pekerjaan menyampaikan janji akan melakukan penggantian namun belum terealisasikan, hingga akhirnya warga mengadukan perihal yang dialaminya ke LBH 1201.

“Kami mediasi, ada perwakilan pelaksana. Kami inventarisasi kerusakan-kerusakan tersebut sesuai warga miliki. Mereka berjanji akan segera mengganti, tapi diperjalanan sampai bulan ini belum ada kabar. Warga pun ke sini,” jelasnya.

Ahmad juga membeberkan, bahwa dalam kondisi musim hujan ini, para warga khawatir akan terjadi longsor kembali. Terlebih tidak ada langkah antisipasi dari pihak pembangun rel ganda.

“Kami tidak tenang, apalagi kondisi hujan. Mudah-mudahan ada solusi untuk warga kami, kami memohon bantuan kepada LBH 1201 dan kawan-kawan media untuk membantu kami,” bebernya.

Sementara, Kuasa Hukum Warga, Sastra Sri Rezeki Manurung mengemukakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan kliennya. Mengawali, lanjut Sastra, akan melakukan kajian dengan terjun langsung ke lokasi sebagai langkah awal untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami sudah terima, dicatat semuanya, dan akan segera kita kaji, jadi belum bisa bicara langkah-langkah. Intinya kita disini ada untuk masyarakat, kalau kita memang benar pasti kita bela, apapun itu tuntunannya, misalnya kerugian materi akan kita tuntut,” tegas Sastra.

Ditambahkan Rianto Simanjuntak yang juga kuasa hukum, menyarankan kepada warga agar tetap tenang dan mempercayakan hal ini kepada LBH 1201, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan langkah tegas dan kongkrit.

“Kami akan mengambil langkah tegas dan kongkrit, karena ini kepentingan masyarakat. Kasihan masyarakat tidak tenang untuk tidur, terlebih kondisi musim hujan ini. Saya sudah mengecek langsung ke lokasi, ternyata sangat mengkhawatirkan. Kami siap dampingi warga hingga tuntas,” tandasnya. (ER/BC)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *