Bang Ojol: Dari Pagi Sampai Sore Paling Banyak 2 Orderan

IMG 20200803 WA0001

B-CHANNEL,KOTA BOGOR-  Nasib pilu warga yang hanya mengandalkan penghasilan serabutan di masa pandemik Covid-19 yang salah satunya driver ojek online (Ojol) masih dirasakan kepahitannya sejak wabah virus corona di Bogor terus menyebar. Betapa tidak, ketidaknormalan situasi saat perekonomian melemah imbas Covid diharuskan para ojek online berpikir ekstra keras bagaimana cara agar bisa menghidupi keluarga dengan berpenghasilan cukup seperti sebelum virus mematikan itu ada di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, ojek berbasis aplikasi online memang sedang di gandrungi. Banyak warga yang lebih memilih untuk menggunakan jasa ojek online karena proses pemesanannya mudah dan instan, perhitungan biayanya lebih ringan dan bukan hanya mengantarkan penumpang, ojek online juga memberikan layanan sebagai kurir barang, makanan dan keperluan lainnya. Namun, pasca pemberlakukan sosial Bersekala besar (PSBB) dan transisi hingga new normal yang diterapkan oleh pemerintah bertujuan untuk mempersempit ruang gerak virus, pelayanan sebagai pengemudi online terpaksa harus dibatasi. Bahkan, sempat offline hingga beberapa bulan kebelakang.

Salah seorang pengemudi Ojol warga Bojong Gede Dadan mengeluhkan kondisi tersebut, terlebih di keluarkannya peraturan pemerintah mengenai covid-19 hingga orderannya pun menurun drastis.

“Ini pukulan keras bagi kami yang hanya mengandalkan pemasukan harian, dari pagi sampe sore paling banyak 2 orderan” ungkap Dadan, saat ditemui bogorchannel.id, Senin (03/08/20).

Apalagi sebelum adanya new normal, kata dia, tidak ada penumpang sama sekali karena terdapat peraturan larangan berboncengan kecuali satu keluarga agar tidak memicu penyebaran virus covid dan tidak lama peraturan menteri kesehatan no 9 tahun 2020 pasar 15 ojek online hanya beroperasi mengangkut barang tidak dengan penumpang.

“Saya pun harus putar otak untuk mengatur semuanya belum lagi saya punya cicilan setoran motor perbulan, di tambah harus mencukupi kebutuhan keluarga setiap harinya. Saya berharap, kedepan  kondisi ini cepat normal kembali dan bisa beraktivitas seperti dulu, pun pemasukan stabil agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dirumah,”harap Deden.

Diketahui bersama wabah Covid-19 di Bogor dan umumnya Indonesia hingga hari ini masih mengancam jiwa manusia. Meski pemerintah telah berupaya mencarikan solusi dan menerapkan segala peraturan dan sanksi kepada warganya agar virus Corona cepat berlalu. Namun, fakta terjadi, semakin hari virus itu kian masif. Bahkan, setiap hari jumlah terinfeksi sampai korban jiwa pun berjatuhan semakin meningkat. Kondisi dan situasi ini tentu berimbas terhadap segala rutinitas yang ada, hingga roda perekonomian nyaris krisis imbas daripada virus Corona.

Reporter: Junaedi Mustopa

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *