Geser Anggaran Berpotensi Silpa untuk Penanganan Covid 19 Kota Bogor

FB IMG 1585358660243

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mendesak agar pemerintah kota (Pemkot) Bogor segera melakukan pergeseran kembali anggaran untuk kebutuhan penanganan dampak dari Covid-19 yang merebak di Kota Bogor.

Menggeser anggaran sangat penting dalam kondisi seperti saat ini. Kebijakan tersebut sangat dibutuhkan demi kesehatan dan stabilnya kebutuhan masyarakat dalam upaya menutup hak dasar rakyat dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Maka dari itu, saya juga menegaskan kembali menggeser anggaran yang berpotensi menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa),” kata Atty Somaddikarya, kepada media, Sabtu (28/03/20).

Atty menjelaskan, anggaran silpa, seperti Kunker Luar Negeri DPRD-ASN tahun anggaran 2020, agar bisa sepenuhnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat, tidak terkecuali bagi Perumda untuk sama-sama menggeser anggaran.

Khusus PD Pasar Pakuan Jaya untuk tidak melakukan pembangunan pasar dan anggaran salah satu pasar yang bersumber dari APBD ditangguhkan agar dialihkan pada penanganan covid-19. PD PPJ juga untuk tidak melakukan pembangunan pasar, anggaran yang bersumber dari APBD untuk dialihkan sebagai bentuk upaya bersama menangani pandemi corona,” jelas Atty.

Atty menekankan, untuk tidak banyak berpikir demi kesehatan rakyat, menurutnya apapun bisa dilakukan oleh legeslatif dan eksekutif sampai ke tingkat kelurahan.

“Selama anggaran tersebut dipergunakan dengan benar dan tepat sasaran hukum tidak akan menyentuhnya, karena saat ini hukum tertinggi adalah kesehatan rakyat,” tukasnya.

Ceu Atty yang biasa disapa begitu, mengatakan dalam situasi seperti saat ini, dimana Kota Bogor menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pendemi virus Corona  juga mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin dan mengikuti semua arahan pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai virus yang mematikan tersebut.

“Pemerintah butuh support dari semua pihak termasuk masyarakat, terutama petugas medis yang saat berjibaku di garda terdepan, mereka berjuang tanpa mengenal lelah untuk memberi yang terbaik. Bahkan mereka tidak menghiraukan dirinya akan terjangkit saat melakukan penanganan terhadap pasien,” jelasnya. (Erry/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *