B-CHANNEL, BOGOR– Kerusuhan di Ibu Kota India New Delhi menyebabkan puluhan nyawa melayang. Bangunan rumah, toko dan sejumlah Masjid milik kaum Muslim hancur dirusak oleh pasukan perusuh. Awal kerusuhan Muslim- Hindu dipicu dengan pro- kontra Undang-undang Kewarganegaraan yang ‘antimuslim’.
Atas tragedi bentrokan sepanjang tiga hari berturut turut ini menjadi sorotan Negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Sejumlah tokoh dan organisasi Islam di Indonesia mengecam dan mengutuk aksi para perusuh hingga berujung konflik komunal.
Salah satunya Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ka’bah (PP-GPK) yang mengutuk keras tragedi di India. PP GPK juga mendesak agar pemerintah India segera mengambil langkah kongkrit.
“Kami PP GPK mengutuk tragedi di India. Agar konflik tidak masuk ke Indonesia, saya sebagai PLT Ketum PP GPK dan jajaran mendesak pemerintah India mengambil langkah. Kami juga meminta aksi ini dihentikan,”tegas PLT Ketua Umum PP GPK H. Andi Surya Ghalib, SH.MH, kepada media ini, Minggu (01/03/20).
Kendati situasi memanas, Wasekjen DPP PPP ini juga mengimbau, agar ummat Islam diseluruh Indonesia tidak terpancing dengan situasi saat ini di India. Dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama.
“Intinya kami mengutuk keras tindakan biadab terhadap pembakaran Masjid dan kerusuhan yang berakibat terhadap mulsim di India. Siapapun pelakunya harus di hukum berat,”tandasnya.
Diketahui, kerusuhan berlatar belakang ras dan agama pecah di New Delhi, India usai kelompok muslim India memprotes hukum kewarganeragaan yang dianggap diskriminatif, terutama bagi muslim minoritas.
Menurut laporan Aljazeera, kerusuhan itu sendiri terjadi di daerah yang mayoritas dihuni penduduk muslim, di timur laut Delhi.
Kerusuhan itu sendiri pecah pada Minggu (23/02/20) lalu dimana muslim India diserang dan dibunuh oleh kelompok masyarakat ekstrimis Hindu setempat. (*/bc)




No comment