B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Dihari pertama masuk kerja usai libur tahun baru 2020 kemarin, Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Wakilnya Dedie Rachim dan Sekda Kota Bogor langsung menggelar rapat koordinasi bersama jajaran penting di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Bogor. Rakor dihadiri Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo dan Para Kabid dan Kasie.
Seperti diketahui, Bima Arya belum lama ini merotasi para pejabatnya di lingkungan Pemkot Bogor, mulai dari Kepala Dinas hingga kepala bidang. Sebanyak 400 lebih pejabat eselon dua dan tiga kena rotasi. Salah satunya Kadishub Kota Bogor yang sebelumnya di kepalai Rakhmawati kini berpindah tugas ke Eko Prabowo mantan Kadispora Kota Bogor.
Dalam agendanya, Bima dengan tegas meminta seluruh jajaran Dishub yang baru, harus melakukan evaluasi total. Pertama mengevaluasi kinerja 5 tahun kebelakang, mengapa, karena beberapa target meleset. Penekanannya soal program saat ini hingga 2024 mendatang, semuanya harus jelas.
“Saya berikan catatan catatan tadi untuk perbaikan kedepan. Saya minta konsitensi tupoksi utama dari Dishub, yaitu penempatan petugas, mengurai kemacetan di titik titik yang menjadi persoalan selama ini, baik di pintu kebun raya, kemudian MA Salmun atau pasar Anyar, kemudian di Paledang, saya minta itu langsung menjadi fokus atensi oleh tim Dishub,” pinta Bima saat rakor, Senin (06/01/20).
Kemudian lanjutnya, di akselerasi program utama yang ada di Dishub, seperti program konversi dan rerouting angkot yang harus terus berlanjut.
“Semuanya harus di akselerasikan dan program harus jalan maksimal. Saya percayakan kepada Pak Eko untuk menyelesaikan seluruh yang tertunda di Dishub ini,” kata Bima.
Tapi lanjut Bima, memang mungkin akan di modifikasi ini, yang akan dimodifikasi adalah waktunya. Soal kemitraan dengan pihak ketiga pola subsidinya seperti apa, akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk juga diakselerasikan dengan kabupaten rencana untuk terminal batas kota di beberpa titik dan juga dengan propinsi Jabar.
Terkait kajian dan persiapan perencanaan Tram yang dibentuk oleh tim khusus yang dipimpin Wakil Walikota, Bima menugaskan Dishub untuk beberapa hari kedepan menyusun melakukan konsolidasi itu, beberapa hari lagi dilanjutkan lagi rapat pembahasannya, itu sudah pemetaan di lapangan langkah langkah taktis dilapangannya.
“Tapi artinya ada akselerasi untuk konversi dan rerouting dengan rencana Trem. Penanganan kemacetan di Kota Bogor harus diselesaikan karena semuanya berkaitan,” tandasnya.
Sementara, Kadishub Eko Prabowo mengungkapkam, kehadiran para punggawa Kota Bogor ini merupakan pemberian motivasi, melengkapi dan menyempurnakan bagi Dishub agar berbuat lebih baik di masa mendatang.
Sejumlah permasalahan yang dibahas dan akan segera ditangani oleh Dishub diantaranya, tertib lalin, penanganan kemacetan dan penanganan angkot angkot yang ngetem atau parkir sembarangan.
“Progran jangka pendek permasalahan angkot, kendaraan parkir sembarangan di badan jalan dan lainnya. Kita akan segera action dilapangan,” pungkas Eko. (Er/bc)




No comment