B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Bupati Pandeglang Irna Narulita didampingi Pimpinan DPRD Pandeglang mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Lippo Keboen Raya, Kota Bogor Selasa (15/10/19). Disana, Irna Narulita belajar banyak soal sistem informasi teknologi. Selain ia jua mendapatkan pemaparan soal progres serta regulasi yang nantinya akan diterapkan di Kabupaten Pandeglang.
“Ini ilmu yang sangat bermanfaat dari Pemkot Bogor yang memiliki inovasi sangat tinggi dan baik. Informasi yang kami dapat mulai dari tahapan proses, progres dan regulasinya untuk di bawa ke Pandeglang. Ini akan diedukasikan ke seluruh masyarakat Pandeglang demi mewujudkan MPP,” ucap Irna usai mengunjungi MPP Kota Bogor.
Kunjungan yang dilakukan bersama rombongannya itu, kata Irna, didorong dan direkomendasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.
“Setelah belajar ke Kabupaten Banyuwangi dan Banyumas, kami direkomendasikan untuk datang (belajar) ke Kota Bogor oleh Kemenpan RB. Dan disini kami banyak belajar soal hambatan dan kemudahan dari proses terwujudnya MPP,” jelasnya.
Di Kabupaten Pandeglang sendiri, jelas Irna, pemerintahnya sudah melakukan MPP. Namun, tambah dia, baru mencapai 30 persen.
“Rencananya ini akan diaplikasikan pada Agustus mendatang. Ini untuk Indonesia maju melalui Sumber Daya Manusia yang unggul,” ucap Irna.
Sementara Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim yang hadir dan sekaligus menerima rombongan Bupati Pandeglang mengatakan, Bogor sebagai kota yang pertama kali menerapkan MPP di Jawa Barat ternyata menjadi rujukan kunjungan bagi berbagai kota di Indonesia.
“Hampir dua bulan ini kunjungan ke MPP kurang lebih mencapai 40 daerah yang berkunjung kesini. Selama ini MPP sudah melayani 7.000 pengguna. Ini tentu sangat membanggakan Kota Bogor,” ungkapnya.
Tantangan kedepan, kata Dedie, bagaimana Pemerintah Kota Bogor terus meningkatkan kualitas termasuk mempertahankan komitmen dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Salah satu PR kita adalah, kita akan mendorong pihak kepolisian agar dapat melayani masyarakat dalam pembuatan SIM. Sekarang belum ada, tapi mungkin awal tahun depan,” pungkasnya. (er/bc)




No comment