Ngaliweut Dibantaran Rel, Warga Terdampak Ingatkan Walikota Soal Relokasi

IMG 20190930 003033

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Ratusan warga terdampak pembangunan proyek double track atau jalur ganda jurusan Bogor-Jogya tepatnya RW 10, Kampung Parung Jambu, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menggadakan acara ramah tamah dengan cara makan nasi liwet di bantaran rel kereta api, Minggu (29/9/19).

Kegiatan sebagai bentuk kebersamaan warga sekaligus menjalin silaturahmi dihadiri Camat Bogor Selatan Atep Budiman dan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Ketua RW 10 Kampung Parung Jambu Suhendar mengatakan, kegiatan ngeliwet sebagai apresiasi dari warga yang terimbas maupun yang tidak terimbas proyek rel ganda.

“Intinya silaturahmi, kami pernah dijanjikan oleh pak Wali Kota untuk ada relokasi bagi warga terdampak dan ini setidaknya sebagai pengingat. Biar pak Wali Kota tidak lupa,” ujar Suhendar.

Ia menjelaskan bahwa warga Kampung Parung Jambu meminta Wali Kota untuk menyampaikan ke provinsi dan pusat, bahwa warga Parung Jambu meminta waktunya mundur tiga bulan ataupun enam bulan.

“Ya, karena tidak memungkinkan, kalo dana kerohiman sudah turun bulan Desember atau pertengahan Desember engga mungkin munggu ketiga atau minggu ke empat harus sudah kosong. Kami meminta kesempatan agar kami mencari kontrakan terlebih dahulu untuk warga,” ungkap Suhendar.

Pada kesempatan, Dadang Iskandar Danubrata menambahkan, kegiatan digelar dengan spontanitas. Tujuanya ingin menggalang solideritas warga terdampak.

“Saya melihat acara ini sangat penting diadakan, karena melihat ada hal – hal yang mulai memperngaruhi psikologis mereka akibat kekhawatiran belum mendapat perhatian tentang besaran pengantian rumah mereka maupun luas lahan dampak yang akan terkena tersebut,” kata Dadang.

Dikatakannya, bahwa sementara verifikasi akan dilaksanakan di bulan Oktober dan November ini. Setelah itu akan dilakukan penggantian pada bulan Desember dan pembangunan akan dilakukan di bulan Januari.

“Kami juga dengan unsur pimpinan DPRD sudah sepakat akan mengawal dan mengajak wali kota duduk bersama terkait ini dan meminta penjelasan termasuk data-data lengkap kepada pihak-pihak terkait yang menangani proyek jalur ganda. Karena selama ini belum ada informasi sama sekali yang masuk ke DPRD,” tukasnya.

Sementara Camat Bogor Selatan Atep Budiman menjelaskan, berdasarkan surat dari satuan tugas pelaksanaan proyek jalur ganda dalam waktu dekat segera memasuki tahap penilaian terhadap bangunan yang dilakukan tim appraisal dari KJPP.

“Jadi mulai besok, hari Senin (30/9/19) sesuai tahapan sosialisasi waktu itu, akan dilakukan penilaian di lapangan, verifikasi dan validasi data. Tapi itu tidak apa-apa, mereka melaksanakan tugas sesuai aturan,” kata Atep.

Reporter: Erry Novriansyah

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *