BOGORCHANNEL.ID – Masih ingat kasus pembunuhan seorang siswi SMK di Jalan Riau, belakang Masjid Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur?. Ya, pelaku sudah empat tahun silam bebas berkeliaran, dan sampai hari ini masih belum terungkap dimana keberadaan pelaku pembunuh sadis itu.
Terbaru ini, jajaran Kepolisian dibawah pucuk pimpinan Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso yang belum lama ini menjabat sebagai Kapolres baru di Polresta Bogor Kota, menyebut akan melanjutkan kasus pembunuhan itu dengan membentuk tim khusus dan melibatkan Puslabfor Mabes Polri untuk ikut melakukan penyidikan dengan metode scientific crime investigation.
“Ya, sekarang lanjut. Kita akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengungkap pelakunya. Tim khusus telah dibentuk dalam pengungkapan kasus pembunuhan, yang sempat mandek penyelidikannya sejak 2019 silam. Penyidik akan kembali menggali keterangan para saksi termasuk saksi tambahan dan menganalisa ulang kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah gang kecil, Jalan Riau, Kota Bogor,”kata Kapolres Bogor Kota Kombes Bismo, kepad wartawan, Kamis (06/07/23).
Lanjut Kapolres, dalam penyelidikan penyidik tim lama dan yang baru alan digabungkan dan kembali melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap orang-orang dekat dengan korban untuk mendapatkan keterangan dan petunjuk baru.
Pihaknya juga mengatakan, akan menyambangi kediaman keluarga korban karena kemungkinan ada petunjuk baru untuk mengungkap pelakunya. Tak hanya itu, phaknua akan melibatkan instansi terkait diantaranya pihak sekolah korban dan Disdukcapil Kota Bogor, guna mencari keberadaan pelaku yang sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
“Mungkin ada kendala pada saat itu dari 2019 sampai 2023, tapi saya komitmen untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Sebelumnya, penyidik telah mencurigai salah seorang pria sebagai pelakunya. Namun tidak cukup bukti untuk menentukan bahwa dia pelakunya.
“Untuk menjadikan dia sebagai pelaku butuh 2 alat bukti permulaan yang cukup. Kami tidak boleh main tuduh. Tapi kasus ini masuk kategori pembunuhan berencana, karena pelaku sudah mengincar korban 2 hari sebelumnya,” terangnya.
Seperti diketahui bersama, sudah dua kali ganti pimpinan Kapolres di lingkungan hukum Polresta Bogor Kota, pelaku pembunuh siswi SMK Baranangsiang Bogor, bernama Adriana Yubelia Noven Cahya belum kunjung di tangkap.
Korban Adriana dibunuh dengan ditusuk pada bagian dada hingga terkapar bersimbah darah di Jalan Riau, Kota Bogor, Jawa Barat pada tahun 2019 silam. Korban dibunuh saat pulang sekolah.
Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria menusuk Noven tepat di dada kiri. Peristiwa pembunuhan terjadi di sebuah gang sepi samping kosan korban.
Pelaku diketahui sudah menunggu kedatangan korban, lalu menusukkan senjata tajam di bagian dada kiri. Korban kemudian terkapar, sedangkan pelaku langsung lari kencang meninggalkan lokasi mengarah Jalan Pajajaran. (**)
Risky



