Soal Direksi PD-PPJ, Sugeng Ingatkan Bima


B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Di Kota Bogor saat ini tengah dilakukan seleksi Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ). Tahapannya pun terus berjalan sesuai rencana, bahkan ketua Pansel yang juga Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menjamin, jika dalam prosesnya tak ada main mata yang dilakukan pihak manapun.

Namun, praktisi hukum Sugeng Teguh Santoso khawatir, jika prosesnya terjadi seperti di direksi periode saat ini, dimana hasil pansel saat itu tidak sesuai dengan yang dilantik oleh Walikota Bogor Bima Arya.

Sekadar mengingatkan, sambung Sugeng, dirinya mendapat kiriman hasil pansel seleksi direksi PD-PPJ periode saat ini yang mudah-mudahan valid yaitu direksi yang diremomendasikan pansel saat itu untuk masa jabatan 2015 sampai 2019 adalah Direktur Utama Andri Latief, Direktur Opesional Abdul Haris Maraden dan Direktur Umum Kun Nurachdiat. Tapi, masih kata Sugeng, yang ditetapkan oleh Bima Arya adalah Direktur Utama Andri Latief, Direktur Operasional Syuhairi Nasution dan Direktur Umum jatuh pada Deni S Harumantaka.

“Artinya Bima Arya saat itu diduga tidak menerapkan prinsip good governance. Memang meski kita ketahui, kewenangan menetapkan direksi adalah kewenangan walikota,” ujar dia, kepada Wartawan, Kamis (10/01/18).

Sugeng menambahkan, pansel dibentuk dan bertugas sesuai perintah Perda untuk membantu walikota menseleksi yang terbaik. Dan pansel telah merekomendasikan susunan direksi yang terbaik dari hasil seleksi. Dan di tengah perjalanannya, diketahui bersama adanya kasus korupsi di tubuh PD-PPJ yang melibatkan Direktur Umum sebagai tersangka.

“Jadi, terkait pemilihan direksi yang saat ini tengah berjalan. Saya berharap Walikota Bogor Bima Arya benar-benar menerapkan prinsip good governance. Tidak melakukan praktek bagi-bagi kursi pada kroninya tanpa didukung oleh keahlian yang memadai dan kapasitas yang kuat. Kemampuan kandidat direksi pasti bisa terekam oleh pansel yang menguji. Kemudian, untuk Pansel juga diharapkan profesional dalam melakukan seleksi. Menolak intervensi, dan tekanan dari luar,” papar Sugeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengumuman 15 orang calon direksi yang lolos itu diketahui pada Rabu (9/1), selanjutnya akan para peserta akan mengikuti tahap tes oleh pansel diantaranya tes interview dan presentasi bisnis.

Ketua Pansel PD PPJ Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, proses seleksi direksi PD PPJ sudah selesai pada tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dan UKK itu akan mengerucutkan lima nama di posisi dirut , dirum dan dirops.

“Jadi setiap jabatan akan diambil lima orang, sehingga mereka masuk ke tahapan berikutnya yaitu kaitan cek kesehatan dan wawancara dengan tim pansel,” kata Ade.

Ade melanjutkan, setelah wawancara dengan tim peserta seleksi akan dipertemukan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya, jadi akan jelas dibawa ke mana PD-PPJ ini dengan nahkoda yang baru pilihan pansel.

“PD-PPJ adalah BUMD andalan meningkatkan perekonomian kota dan meningkatkan PAD juga menghilangkan kesan kumuh pasar di Kota Bogor,” tambahnya. (dr/bc)

 

 

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *