Simulasi Penanganan Covid-19 Zona Merah, Para Lurah dan Camat Digembleng

IMG 20210305 WA0021

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengumpulkan para Lurah dan Camat se-Kota Bogor untuk mempraktikkan bagaimana cara melakukan langkah didalam penanganan wabah covid-19 yang terjadi di wilayah masing-masing.

Dalam praktiknya yang juga dihadiri para kepala dinas tersebut mensimulasikan penanganan covid di zona merah, mulai dari pendataan, survei wilayah hingga langkah-langkah penanganan apa yang harus dilakukan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo pada kesempatan mengatakan, simulasi bertujuan  agar ada satu sinkronisasi, agar Instruksi Menteri nomor 3 dan Perwali nomor 7 itu bisa aplikatif.

“Dalam penanganan covid ini tentunya membutuhkan satu pemahaman yang sama, kemudian langkah-langkah yang sama dan kami TNI-Polri akan mensupport kegiatan-kegiatan pencegahan pandemi covid ditingkat RT dan RW,” kata Susatyo kepada wartawan usai simulasi, Jumat (05/03/21).

Lanjut Susatyo, simulasi tersebut penting dilakukan, karena sejauh ini berdasarkan data bahwa klaster di tingkat RW atau klaster lingkungan sangat tinggi, sangat mudah untuk saling menulakan satu dengan yang lainnya, sehingga perlu adanya suatu tindakan dini dalam menanganinya.

“Kebijakan semua yang kita lakukan ini berdasarkan data-data. Sebanyak 797 polisi RW kami semuanya siap mendampingi para ketua RW, menyiapkan posko-posko dalam kondisi terburuk,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, saat ini Kota Bogor berada di zona oranye dan pihaknya tengah berupaya untuk terus menurunkan angka kasus tersebut sehingga nanti bisa menjadi zona kuning.

Ia mengaku, kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan pada Februari 2021 lalu mampu menurunkan angka covid, sehingga kebijakan ganjil-genap untuk sementara ditiadakan selama dua minggu ke depan. Meski ditiadakan, langkah berikutnya lebih kepada penguatan di wilayah atau memperkuat PPKM skala Mikro.

“Kita melakukan simulasi agar sistem ini berjalan semua. Jadi kuncinya sekarang penguatan di wilayah, semua tindakan akan dilakukan sesuai dengan status yang ada di wilayah masing-masing,” kata Bima.

Dalam menjalankan PPKM skala mikro ini pun, dirinya menjanjikan akan menambah insentif tunjangan bagi lurah yang benar-benar bekerja dan mau turun langsung ke wilayah didalam penanganan covid tersebut.

“Ini orang-orang petarung di lapangan resikonya besar, karena itu tunjangannya juga harus ditambah, yang lain-lain di belakang meja yang resikonya tidak besar harus iklas untuk menyesuaikan, tapi kan ini perlu ada landasan hukum semua dan ini sedang diproses. Mudah-mudahan maret ini bisa realisasi,” pungkas Bima.

Reporter: Erry Novriansyah

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *