Sendi Fardiansyah Berencana Menghidupkan Majelis dan Meningkatkan Insentif Guru Ngaji di Kota Bogor


Loading

BOGORCHANNEL.ID – Bakal calon walikota (Bacawalkot) Bogor, Sendi Fardiansyah menekankan, bahwa dirinya akan menghidupkan majelis-majelis yang ada di Kota Bogor. Menurutnya, keberadaan majelis menjadi bagian pembelajaran masyarakat supaya ilmu keagamaan semakin bertambah dan yang paling penting secara akhlak maupun sikap kemasyarakatan bisa lebih baik lagi.

Selain itu, Ketua Umum Kawani Bogor ini mengatakan, jika dirinya diberi ananah menjadi walikota Bogor, berencana akan meningkatkan insentif Guru Ngaji.

“Terkait insentif guru ngaji oleh pemerintah sudah bagus, hanya saja tinggal disesuaikan. Saya mendengar antrean pengusulannya cukup banyak. Tentu kita akan berbicara penerima manfaat dari bantuan guru ngaji ini harus semakin banyak. Nah mengenai jumlahnya harus dinaikkannya berapa, kami perlu berhitung, karena ini hati-hati, jangan sampai menjanjikan Rp1 juta, ternyata anggarannya tidak mencukupi, jadi kita harus lihat dulu anggarannya,” kata Sendi, Jumat (10/024) malam saat menghadiri pengajian di Majelis Al-Bassith, Bogor Selatan.

Selain menambah insentif guru ngaji, lanjut dia, dirinya berencana akan menambah jumlah penerima manfaat melalui proses verifikasi yang harusnya bisa lebih cepat.

“Verifikasi yang kita lakukan, pertama melihat apakah guru ngaji tersebut rutin atau konsisten dalam melaksanakan tugasnya dan ini harus jelas. Kemudian kita juga harus melihat program dari pusat, misalnya semacam sertifikasi dan ini kualifikasinya seperti apa bagi guru ngaji yang akan mendapat bantuan tersebut,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ustaz Abdul Aziz selaku pemimpin majelis Al – Baasit mengapresiasi rencana Sendi Fardiansyah yang akan menaikkan insentif bagi guru ngaji, dan dia berharap hal itu bisa terwujud.

“Mudah-mudahan itu terwujud, membantu memperjuangkan nasib guru ngaji dan pondok pesantren. Kita harus majukan dan kita harus kembangkan kembali seperti berkembangnya sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor,” katanya.

Walau begitu, Pimpinan Majelis Al-Baasit ini mengingatkan bahwa pemimpin itu tidak boleh lepas dari Alquran, Hadist, Ijma dan Qiyas. Menurutnya, jika 4 unsur itu bersatu dalam visi misinya, kemudian bersinergi dengan para ulama dan para kyai Insyaallah Kota Bogor lebih aman dan nyaman.

“Saya disini InsyaAllah akan menjadi suatu wadah aspirasi para kyai, para ulama di Kota Bogor, khususnya di Bogor Selatan untuk menjadi jembatan yang memfasilitasi menuju ke kang Sendi,” pungkasnya. (Dr/bc)

 

Comments are disabled.