BOGORCHANNEL.ID– Ikatan Alumni SMP PGRI 1 Ciawi Angkatan 2005 menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengabdian Masyarakat Peningkatan Kualitas UMKM dan bakti Sosial santunan anak yatim piatu. Kegiatan digelar di Desa Tapos Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dalam rangka reuni 2 dekade, juga diisi dengan acara edukasi mengenai market digital serta pembekalan pengemasan produk dan Self Awarness, diikuti oleh seluruh Guru-guru PGRI serta ikatan Alumni dan peserta UMKM
Dipilihnya Desa Tapos, karena wilayah tersebut merupakan salah satu desa wisata, cagar budaya serta kuliner.
Desa Tapos memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata yang unggul, terutama dengan memanfaatkan potensi SDM, seni budaya, situs cagar budaya, kuliner lokal, serta flora dan fauna yang ada di Kawasan CA Yan Lapa.
Kegiatan yang kemas menjadi beberapa segmen dan kelompok orang tua maupun dewasa muda usia 18-50 tahun, Para Remaja usia 11-18 Tahun, Kelompok Anak-anak usia 3-1, bertujuan untuk membekali masyarakat desa Tapos dengan pemahaman yang lebih baik mengenai UMKM Sederhana, Self Awarness, Penghindaran Pergaulan dan seputar Peningkatan taraf hidup serta kesehjateraan yang kreatif dan sederhana yang bisa dilakukan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini Ketua Tim Panitia Sopian Saori mengatakan, masyarakat Desa Tapos dapat meningkatkan kapasitas mereka, baik dari sisi Psikologi, Ekonomi maupun teknis keuangan, untuk menghadapi tantangan ekonomi dan era modern saat ini.
Selain itu, kegiatan juga merupakan bagian dari upaya Ikatan Alumni SMP PGRI 1 Ciawi (102) angkatan 2005 untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap melalui program ini kami bisa melakukan pendekatan yg inkslusif kepada masyarakat kota bogor khususnya Desa Tapos untuk dapat memahami pentingnya Self Awarness, peningkatan japasitas diri, pemanfaatan teknologi digital, Literasi Keuangan dan Bahasa Asing. Dengan kolaborasi antara akademisi, guru guru dan masyarakat, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan awarness masyarakat lokal,”kata Sopian, kepada media ini kemarin.
Dalam Dewan Guru Yayat Supriatna manambahkan, bahwa program seperti ini diharapkan dapat rutin dilakukan untuk bisa mendekatkan.
“Kami para guru dengan jantung dasar peradaban yakni masyarakat terkhusus masyarakat Kota Bogor sehingga kami bisa mendengar, melakukan evaluasi dan menyampaikan nantinya ketika ada forum-forum terkait kepada stakeholder terkait sehingga bisa memberikan aspek manfaat yang lebih luas dan mampu memberikan awarness kepada masyarakat guna peningkatan tarah kesehjateraan dan hidup masyarakat pada umumnya,”
“Semoga dengan kegiatan seperti ini kita mampu mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga kita mampu terus memberikan penyadaran-penyadaran serta edukasi-edukasi yang mampu meningkatan awarness masyarakat di era digital dan era globalisasi hari ini,”tutupnya. ** (Ginan Omet)



