Reses Politisi PKB Dapil Jabar 3, Neng Eem Sambangi Rumah Penerima BSPS


0Shares

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Masa reses dimanfaatkan anggota dewan pusat Eem Marhamah Zulfa Hiz bertemu konstituennya di wilayah dapil Jabar 3. Neng Eem biasa disapa begitu, melaksanakan reses di dua titik wilayah Bogor Selatan, yakni Kelurahan Mulyaharja dan Pamoyanan.

Disana, politisi PKB itu menyerap beragam aspirasi dan menjaring informasi warga yang hadir, selain  menyempatkan diri meninjau sekaligus memastikan kondisi rumah warga penerima manfaat program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Disela peninjauan, Neng Eem menyampaikan, DPR pada tahun 2019 menganggarkan program BSPS sebanyak 500 unit rumah bagi tidak layak huni dan sudah teralisasikan. Sedangkan tahun ini, untuk realisasi anggaran program BSPS di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor sekitar Rp11 miliar yang dialokasikan untuk 280 unit rumah.

Saya tadi mengumpulkan beberapa penerima BSPS untuk mengetahui misalkan ada keluhan dan sebagainya dari warga. Saya ingin menjalankan fungsi pengawasan, jangan sampai dianggarkan tidak maksimal, dalam artian rumah-rumah tidak terbangun dan sebagainya,” kata Neng Eem, usai temu warga di Aula Kantor Kelurahan Mulyaharja, Rabu (11/02/20).

Dalam pertemuan tersebut, memastikan bahwa program BSPS di wilayah Kelurahan Mulyaharja berjalan dengan baik, begitu juga swadaya dari masyarakat setempat yang berperan aktif dalam program ini.

Jadi BSPS ini stimulan, tidak murni hanya anggaran dari pemerintah, tetapi juga ada swadaya dari masyarakatnya, mungkin tenaga untuk tukang dan sebagainya,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut anggota Komisi V DPR RI, program BSPS ini perlu ada kerjasama terutama dengan tokoh masyarakat, misalkan RT RW setempat yang berperan aktif agar realisasi dana bantuan yang dinilainya minim ini dapat mewujudkan sebuah rumah yang layak huni.

Setiap penerima BSPS itu Rp17,5 juta dan dengan anggaran sebesar itu tidak cukup, sehingga harus ada juga swadaya atau gotong royong dari masyarakat dalam membangun rumah tidak layak huni ini, termasuk kerjasama steakholder baik aparatur kelurahan, Babinkantibmas, Babinsa dan RT RW serta tokoh masyarakatnya,” paparnya.

Selain program BSPS, Neng Eem juga menyampaikan kegiatan yang menjadi fokus dirinya mengenai pembangunan turap di area Yayasan Nurul Fata milik Habib Hasan, awal di Kelurahan Pamoyanan. KemenPUPR mengucurkan anggaran untuk pembangunan turap sebesar Rp9 miliar.

Iapun menyempatkan diri meninjau lokasi pembangunan turap. Tak hanya itu, Neng Eem juga mendapat aspirasi warga terkait pembangunan turap di tanah makam bantaran kali Cigading yang sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu.

Saya juga menerima aspirasi warga untuk penanganan tanah makam yang longsor. Tadi Pak Sekcam meminta agar area tersebut dibangun turap agar tidak terjadi longsor lagi. Saya lihat di perubahan tahun ini mungkin tidak ada, tapi saya akan perjuangkan berkoordinasi dengan Dinas PUPR di sini (Kota Bogor),” tandasnya. (Erry/bc)

0Shares

Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *