PHRI Sebut Akupansi Hotel di Kawasan Puncak Naik 75 Persen, Hotel Diluar Puncak Level Melati Menurun


B-CHANNEL, CISARUA–  Hotel di kawasan Puncak Kabupaten Bogor akupansi rata-rata meningkat 75 persen paska lebaran 2019. Hal demikian di sampaikan Ketua Penelitian Pengembangan  (Litbang) pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Sofian.

“Iya, setelah lebaran dua hari trendnya naik, walau Senin hari ini mulai terakhir cuti tapi tingkat hunian masih tinggi karena liburan sekolah,”kata Sofian kepada bogorchannel.id, Senin (10/06/19).

Lebih lanjut Sofian menambahkan, kenaikan akupansi itu juga adanya pengaruh pada lamanya libur panjang.

“Setiap tahun mengalami kenaikan, banyaknya hotel-hotel memanen bisnisnya, tetapi disisi lain pada hotel level melati yang berada di luar kawasan puncak, seperti di daerah Bogor Barat dan lainnya tidak terlalu tinggi kenaikan akupansinya.

“Ini problem yang harus dibenahi, bagaiamana pemerataan destinasi perhotelan bisa segera memperbaiki, terutama dari sisi promo.

Namun, lanjut Sofian, jika lebaran atau hari besar seperti tahun baru, tidak perlu dipromosikan pun tidak perlu melakukan intervensi harga sebetulnya memang tinggi.

Akupansi ini sambung Sofian, tidak linier dengan rata-rata harga kamar.

“Jadi hukum dagangnya, kalo tingkat hunian tinggi maka biasanya untuk harga kamar rata-ratq menurun, tidak pernah bersamaan naik dengan akupansi diiringi dengan naiknya harga.

“Akan tetapi pada level hotel yang mempunyai harga tetap dalam menerapkan motede pertarifannya biasanya mempunyai kebijakan tersendiri,”pungkas Sofian. (dr/bc)

Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *