B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Oktober bagi bangsa Indonesia dimaknai dengan bulan kebangkitan dimana banyak peristiwa-peristiwa penting dalam membangkitkan nasionalisme diantaranya 1 Oktober yang kita peringati sebagai kesaktian pancasila, 5 Oktober diperingati sebagai hari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan 28 Oktober hari Sumpah Pemuda.
Dalam konteks Sumpah Pemuda banyak yang bisa kita ambil dalam pelajaran ini, Sumpah Pemuda tentu melewati proses dan cerita yang panjang hingga akhirnya menjadi sejarah Sumpah Pemuda, dan Sumpah Pemuda diperingati sebagai hari Nasional setiap tahun. Semangat pemuda yang dipelopori oleh pelajar, dan Moehammad Jamin mengedepankan ada lima faktor yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia yakni sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan.
Di sisi lain Sumpah Pemuda mengajarkan melalui Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro dengan berpendapat bahwa anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan dan harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah, anak-anak juga harus mendapatkan pendidikan dengan demokratis. Serta tidak hanya itu saja Sumpah Pemuda memberikan kita pelajaran terkait meningkatkan disiplin anak ataupun pemuda dengan pendapatnya Ramelan dimana gerakan kepanduan tidak dapat dipisahkan dari pergerakan nasional, gerakan kepanduan sejak dini akan mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, dimana hal-hal inilah yang dibutuhkan dalam proses perjuangan.
Memaknai Pendidikan dan Humas
Pendidikan memiliki kaitan yang kuat terhadap pengetahuan, bahwa pengetahuan merupakan jalur alternatif yang sangat dibutuhkan orang banyak, bahkan menjadi motivasi terbesar dalam menjalani proses pendidikan.
Memaknai hari sumpah pemuda dalam konteks pendidikan di masa pandemi bagi pemuda saat ini menurut Anggi Afriansyah peneliti LIPI (2020), yaitu semangat para pendiri bangsa dalam menggagas sumpah pemuda, meskipun di tengah keterbatasan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini. Keterbatasan akibat situasi pandemi ini anak-anak muda harus tetap semangat belajar. Sebab mereka dituntut untuk lebih adaptif, tangguh, dan mandiri untuk menghadapi situasi yang semakin tidak menentu. Selain itu peran aktif para pemuda untuk membantu masyarakat yang kesulitan.
Pendidikan Indonesia kita lihat mulai semakin berkembang dari tahun ke tahun, dari kebijakan-kebijakan pemerintah sangat terbukti membawa kebijakan perubahan dalam ilmu pendidikan Indonesia.
Walaupun dari berbagai macam kebijakan yang diambil ada yang pro dan kontra, akan tetapi ini sangat patut dimaklumi mengingat didunia ini setiap individu ataupun golongan-golongan yang memiliki pola pikir yang berbeda-beda.
Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Dan pengetahuan menurut KBBI adalah: segala sesuatu yang diketahui atau kepandaian.
Keahlian komunikasi harus nampak di dalam segala ide yang dihasilkan untuk publik yang beragam dengan obyek (Humas) dalam mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan. Selain harus nampak pada skill, seorang Humas juga harus dapat mengaplikasikan komunikasi dalam sistem. Sistem komunikasi yang dimaksud adalah metode untuk mengumpulkan informasi, memelihara hubungan baik dengan publik baik secara internal maupun eksternal adalah contoh dari pelaksanaan sistem komunikasi.
Humas atau PR (public relations) bertanggung jawab terhadap terciptanya komunikasi 2 (dua) arah yang sistematis. Menurut Rosadi (2007) fungsi humas adalah mewakili publik pada manajemen dan manajemen pada publik sehingga tercipta arus komuniksi dua arah, baik bagi informasi maupun perilaku. Dalam sistem manajemen komunikasi, hubungan komunikasi dua arah tersebut merupakan alat memperlancar pemahaman yang tepat dalam hal penyampaian pesan dan informasi.
Dari pernyataan tersebut manajemen humas atau public relations dipahami sebagai bentuk pengelolaan humas dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu dengan menjalankan penelitian, perencanaan dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
Tindakan kehumasan merupakan perwujudan strategi humas yang berdasarkan dari strategi humas yang dirancang sebelumnya. Banyak tindakan kehumasan yang sesuai dengan prinsip dasar strateginya tetapi juga banyak tindakan kehumasan yang menyimpang dari strategi dasarnya. Agar tindakan kehumasan sesuai dengan strategi dasarnya, hal apakah yang perlu dilakukan bagi seorang humas. Seorang humas harus memiliki jiwa kehumasan (citra diri), pada dasarnya semua orang mempunyai jiwa kehumasan yang melekat sejak lahir.
Jiwa kehumasan tersebut pada perkembangan berikutnya ada yang muncul dalam diri manusia sebagai sesuatu yang dominan sehingga dapat dilihat citra diri seseorang (citra diri yang positif). Namun, ada manusia yang tidak pernah tahu dan percaya akan citra dirinya. Banyak penyebab yang perlu dicari mengapa seseorang mampu menunjukkan citra dirinya.
Mangkuprawira (2008) berpendapat bahwa citra diri merupakan salah satu unsur penting untuk menunjukan siapa diri kita sebenarnya. Citra diri seseorang terbentuk dari perjalanan pengalaman masa lalu, keberhasilan dan kegagalan, pengetahuan yang dimilikinya, dan bagaimana orang lain telah menilainya secara obyektif.
Kita sering melihat diri kita seperti orang lain melihat kita. Citra diri sangat dipengaruhi oleh performa kita sendiri. Citra diri positif seseorang membuat dirinya berharga di mata orang lain. Contohnya antara lain citra tentang kejujuran, ketegasan, wibawa, dan lain-lain. Orang yang memiliki citra diri seperti itu relatif mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
Hanya saja perlu dipahami bahwa seorang Humas yang kuat harus memiliki sinergi yang ada di dalam dirinya antara jiwa kehumasan (citra diri), passion (bekerja sesuai dengan apa yang kita cintai/keinginan yang kuat), pendidikan serta wawasan yang luas. Seorang humas membutuhkan passion untuk menjalankan pekerjaannya, jadi pastikan kita memiliki atau setidaknya mulai memupuk passion ini dari sekarang jika memang kita ingin bekerja sebagai humas. Humas memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik secara lisan dan tulisan.
Sebagai seorang Humas kita harus bisa menguasai dunia komunikasi. Mengapa? Karena sebagai Humas kita akan menghadapi masyarakat dan seorang Humas akan menjadi komunikator sehingga kita harus bisa menguasai komunikasi.
Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relation adalah bagaimana membentuk serta memelihara citra suatu organisasi/lembaga di tengah masyarakat. Tugas seorang Humas adalah untuk mengelola hubungan komunikasi antara lembaga dengan orang-orang di luar lembaga (eksternal) seperti masyarakat, pemerintah, pengusaha, stakeholder lainnya, dan sebagainya. Humas berarti juga antara lembaga dengan orang-orang di dalam lembaga (internal), yaitu antar karyawan. Seorang Humas juga harus dapat menjaga agar lembaga dapat meraih simpati dan kepercayaan masyarakat.
Tujuannya Humas memberikan informasi adalah untuk mensinergikan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan serta membangun rasa saling pengertian melalui komunikasi yang efektif. Hal penting dalam upaya menguatkan organisasi sehingga humas dapat mampu mencitrakan lembaga dengan baik dimata masyarakat.
Kalau tidak punya passion jadi Humas maka program humas akan tidak terlaksana dengan baik. Untuk menjaga nama baik lembaga seorang humas harus menjalani pekerjaan dengan humanis dan penuh teladan. Dan humas harus bisa menekan pemberitaan negatif dan mengklarifikasi sentimen negatif. Pentingnya peran humas dalam mewujudkan lembaga yang terpercaya.
Penulis: Suhendra Mulia (Humas Madya LIPI)




No comment