Penolak RUU HIP Bakal Mengepung Jalur Sistem Satu Arah Kota Bogor

0
134

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Ribuan anggota dari berbagai kelompok Organisasi Kemasyarakatan di Bogor bakal mengepung gedung DPRD Kota Bogor hingga Jalur Sistem Satu Arah ( SSA). Hal itu menyusul rencana gerakan aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU-HIP) menjadi Undang-Undang.

Aksi unjuk rasa akan berlangsung besok Jumat (03/07/20) pukul 13:00 WIB, titik kumpul kawasan Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Diikuti 10 ribu pendemo.

Dalam aksi itu para demonstran akan menyuarakan empat tuntutan. Tuntutan utama yang mendesak yang akan disuarakan dalam aksi kali ini adalah menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU-HIP) menjadi Undang-Undang. Para demonstran ini juga meminta RUU ini “dibuang” dari Program Legislasi Nasional ( Prolegnas).

Kordinator aksi demo Subhan Murtadla menyatakan, jika RUU ini disahkan maka ini akan berdampak negatif dan bisa menimbulkan perpecahan serta juga dapat menyakiti hati rakyat.

“Itu alasan mengapa kami mendesak agar wakil rakyat di DPRD ikut menyuarakan penolakan terhadap RUU HIP ini, “kata Subhan, ketika dikonfirmasi bogorchannel.id pada Kamis (02/07/20 ).

Selain itu, dalam tuntutannya ini, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menolak ideologi komunis serta meminta anak bangsa untuk menjaga keutuhan pancasila. Pihaknya juga meminta untuk menolak kebangkitan PKI.

“Ketidaksetujuan kami terhadap RUU ini karena ada anasir-anasir yang ingin mengubah pancasila menjadi ekasila dan trisila. Pancasila tidak bisa dirubah oleh siapapun karena sudah final sebagai dasar negara,”tegas dia.

Dia lagi-lagi menyebut, jika RUU ini disahkan maka nantinya akan percuma sebab akan berdampak memecah belah keutuhan bangsa. Oleh karenanya, dia meminta kepada wakil rakyat yang ada dipusat agar tidak lagi membas RUU ini begitu juga dengan pemerintah, diharapkan juga bisa ikut menolak. Karena isi RUU ini tidak nyambung. Semisalnya saja isi pasal pertama dari pancasila yang seharusnya Ketuhanan Yang Maha Esa justru dirubah menjadi Ketuhanan kebudayaan. Jelas ini sudah salah.

“Itulah yang membuat kami melakukan aksi demo. Untuk jumlah orang yang bedemo ada sebanyak 10 ribu orang. Mereka berasal dari organisasi kepemudaan, pimpinan pondok pesantren (Ponpes) , Lembaga Swasada Masyarakat (LSM), dan ada juga dari majelis taklim,”kritik Subhan.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, jika pemerintah tetap kekeuh untuk mensahkan RUU ini menjadi UU maka dia pun mengancam akan menurunkan gelombang masa yang jauh lebih besar. Gelombang massa itu akan diturunkan di Gedung DPR RI dan juga diistana merdeka Jakarta.

Aksi demo ini katanya akan dilakukan mulai dari empat penjuru yaitu dari Selatan, Tanah Sareal, Ciawi dan Cibinong. Dan akan berkumpul di Tugu Kujang. Aksi ini dimulai pukul 13:00 hingga selesai.

“Saat melakukan aksi unjuk rasa kami akan melakukan dengan damai selain itu kami pun akan berorasi dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan sarung tangan, memakai masker dan menjaga jarak,”janjinya.

Reporter: Febri DM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here