Eksekusi Bangunan Yatim Piatu Berujung Laporan Polisi

0
37

B-CHANNEL, CIBINONG – Bangunan dibawah naungan Yayasan Fajar Hidayah di kawasan Komplek Pesona Amsterdam Blok I, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Kamis (21/10/21) kemarin dieksekusi segerembol orang menggunakan alat berat (Forklift) hingga berujung bentrokan fisik. Akibatnya, sejumlah penghuni antara lain anak anak yatim piatu yang menempati bangunan rumah tersebut terkena imbas hingga mengalami luka-luka.

Diketahui sebuah bangunan rumah tersebut diduga berstatus sengketa. Namun, mirisnya tindakan eksekusi secara bersama-sama dilakukan segerombolan orang itu notabenenya bukan petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Cibinong.

“Sejumlah anak yatim piatu mengalami luka-luka, bahkan ada satu anak yatim kakinya dilindas oleh Forklift secara paksa, sehingga bagian kelingking kakinya mengalami luka. Selain itu, terjadi juga perusakan yakni kendaraan Hyundai bernopol F 1020 TFE di lokasi kejadian,”tutur Kuasa Hukum Yayasan Fajar Hidayah Denny Lubis, SH. MH, dan Yudha Priyono, SH,” Jumat (22/10/21).

Atas tindakan yang diduga melanggar hukum tersebut, akhirnya pihak Yayasan Fajar Hidayah dan para korban menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Bogor.

“Sejumlah korban mendatangi Polres Bogor kebagian Unit 1 Satreskrim untuk membuat laporan atas kasus ini dengan membawa sejumlah alat bukti dan hasil visum dari rumah sakit,” kata Denny Lubis.

Kasus ini ditangani Polres Bogor dengan laporan bernomor STBL/B/1579/X/2021/JBR/RES.BGR tentang kasus kekerasan yang dilakukan secara bersama- sama terhadap orang dan atau penganiayaan pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP.

Menurut Denny Lubis pelaporan dibuat adanya unsur sengaja memanfaatkan proses yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang, namun terciderai oleh perbuatan seseorang dan bersama orang lain atau segerombolan.

“Ini adalah perbuatan yang kami anggap melanggar hukum sehingga peristiwa pada Kamis tanggal 21 Oktober 2021 eksekusi yang seharusnya dilakukan sesuai ketentuan undang-undang penetapan pengadilan, dilakukan oleh segerombolan orang ini dengan cara menggunakan alat forklift yang mengakibatkan anak yatim terkena dampaknya,”terangnya.

Artinya, sebagaimana yang dimaksud Pasal KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan oleh segerombolan orang. Harapan, ada penegakan hukum kepada pelaku, diproses sampai para pelaku dikenakan hukuman sesuai ketentuan KUHP pidana. (ER/BC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here