Datangi Mako Polresta Bogor, Ratusan Umat Islam Sampaikan Dua Tuntutan Ini

0
56

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Ratusan ormas yang tergabung dari KNRI Kota Bogor dan Ormas Front Pembela Islam (FPI) dan dari element masyarakat Kota Bogor mendatangi Polresta Bogor Kota dengan membawa dua surat pernyataan sikap tentang tewasnya 6 warga sipil di KM 50 Tol Cikampek dan penangkapan Habieb Riziek Sihab (HRS) beberapa hari lalu.

“Tentu sebagaimana yang sudah diketahui bersama kita menyampaikan pernyataan sikap kita intinya adalah kita point disini tentang 6 warga sipil yang tewas tampa melalui proses pengadilan yang tidak sah,” kata Abdul Halim, Ketua Aliansi KNRI Kota Bogor, kepada awak media, di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa, (15/12/20).

Kemudian pihaknya mengkrtisi tentang penahanan kepada Habieb Muhammad Riziek Shihab yang tuduhannya adalah delik penghasutan.

“Di atur dalam pasal 160 KUHP ternyata kalo dicari banyak ahli sudah menyampaikan sebenarnya delik penghasutan yang di hasut oleh pasal 160 KUHP itu ternyata deliknya adalah materiel artinya hanya bisa dituduhkan ketika akibat penghasutan tersebut sudah terjadi berupa tindakan terhasut yang sudah terjadi di kejadiannya. Ini ternyata sudah di kukuhkan di keputusan MK terhadap uji materiel atas pasal 160 KUHP yang tertuang dalam putusan No 07/PUU-/VII 2009,” ujarnya.

Kemudian juga Abdul Halim kembali menyampaikan pihaknya menuntut kepada Kapolri untuk menonaktifkan sementara kepada Kapolda Metro Jaya hingga tercapai netralitas pemeriksaan atas mengumuman dan pengakuan secara resmi dalam aksi penembakan oleh beberapa prajurit bawahannya terhadap 6 warga sipil dalam tragedi tersebut.

“Yang kita sampaikan tentu nanti hal hal ini ada dipoint point ini hasil musyawarah kami seluruh Habaib yang ada di Kota Bogor untuk menyampaikan hal hal itu dan kami hanya mewakili saja,” kata Abdul Halim.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Asep Abdul Khodir Ketua DPW FPI Kota Bogor. Ia yang mewakili umat Islam Kota Bogor menuntut agar adanya penyelidikan secara independen dan transparan terhadap kasus tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq Syihab.

“Kami mewakili segenap umat islam Kota Bogor juga intinya sama. Pertama, kami menuntut dengan tegas, pengusutan secara tuntas, independen dan transparan, daripada wafatnya 6 syuhada laskar, saudara-saudara kami yang dibantai dengan keji, tanpa berprikemanusiaan oleh pihak kepolisian, dan itu sudah diakui dengan jelas mereka yang tembak sendiri,” katanya.

Asep menyebut, Polda Metro Jaya juga sudah bertindak diskriminatif terhadap Habib Rizieq Syihab dan keluarganya.

“Kita menyikapi tentang adanya sikap tendensius, diskriminatif dari Polda Metro Jaya yang telah menangkap dan memanggil daripada imam besar Habib Rizieq Syihab beserta oengurus DPP FPI pusat dan keluarga, yang dimana kami memandang ini suatu yang diskriminatif,” kata Asep.

“Imam besar bukan koruptor, bukan pembunuh, apa salah imam besar, imam besar bukan kuroptor, justru selama ini imam besar justru memperjuangkan negara, mempertahankan pancasila dari komunis,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kapolresta Bogor Kota, Kom Pol Hendri Fiuser mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah bersholawat di dalam halaman Mako Polesta Bogor Kota.

“Terima kasih, alhamdulillah telah mengunjungi Polresta, insya Allah rekan rekan yang bersholawat bisa memberikan manfaat bagi gedung ini, kita berterima kasih, jarang orang bersholawat disini dengan tulus dan ikhlas, mudah mudahan sholatnya di jabah oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah menerima utusan dari para Habaib dari para Ulama.

“Sudah saya terima butir butirnya dan insya Allah akan kami laporkan kepada pimpinan dan itulah kapasitas saya saat ini. Nanti kita buat laporannya kita sampaikan kepada pimpinan apa aspirasi mereka. Tentunya mereka tidak setuju tindakan hukum maupun penegakan hukum oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya. Mereka hanya menyampaikan aspirasi dan berharap saya bisa menyampaikan kepada pimpinan saya. Otomatis kegiatan inipun nanti kita akan sampaikan kepada bapak Kapolda Jawa Barat kemudian apa butir butir aspirasi mereka akan kami tuangkan dalam laporan itu, nah itu kapasitasnya disitu,” ujar Hendri.

Kapolres Bogor Kota meminta kepada mereka tetap jaga kondusifitas, keamanan dan kenyamanan di Kota Bogor. Proses hukum yang disana mudah mudaham berlaku seadil adilnya dan sebenar benarnya,”pungkas Kompol Hendri Fiuser. (er/bc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here