Penjaringan Bacawalkot PDI Perjuangan Fokus pada Hak Dasar Rakyat


Loading

BOGORCHANNEL.ID – Penjaringan bakal calon wali kota (Bacawalkot) di PDI Perjuangan Kota Bogor telah ditutup sejak 20/4/2024 lalu. Sebanyak 14 kandidat berasal dari kader internal dan exsternal. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengapresiasi mereka yang mendaftar dan mengembalikan formulir atas keseriusan maju di pilkada sebagai putra dan putri terbaik untuk memajukan Kota Bogor.

Atty menyampaikan konsep dan strategi berbeda dari partai lain dalam menjaring bacawalkot.

“Penjaringan PDI Perjuangan memang berbeda dari partai lain, tidak ditarik administrasi atau pungut biaya pendaftaran, semua gratis,” kata Atty.

Ia melanjutkan, PDI Perjuangan tidak membenani calon yang akan mendaftar dan maju di pilkada 2024, cukup dengan pergerakan yang tegak lurus membela hak dasar rakyat.

“Cukup punya semangat yang kuat segaris dengan perjuangan PDI Perjuangan untuk memenangkan hati rakyat yang siap mengawal tiga hak dasar rakyat,” lanjut Atty.

Menurutnya, tak sedikit yang menjadi pemimpin tapi hanya segelintir yang memiliki jiwa pemimpin, dimana sebagai pemimpin harus paham dan mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat di Kota Bogor.

Kini sebanyak 14 bacalon yang mendaftarkan diri di PDI Perjuangan akan mengikuti tahapan penyaringan oleh tingkat DPD dan DPP partai.

Soal rekomendasi, sambung Atty, hal tersebut merupakan ranah DPP dengan mempertimbangkan dan mendengar serta mengakomodir aspirasi masyarakat di Kota Bogor. Selain itu juga tentunya akan menunggu hasil survey yang indenpenden atas polularitas dan elektabilitas para bacawalkot.

“Setelah penjaringan di daerah, para bacawalkot akan ikut tahapan penyaringan di DPD dan DPP partai. Hasil survey juga akan menentukan atas polularitas dan elektabilitas para kandidat,” beber dia.

Atty juga menyampaikan, PDI Perjuangan selalu hadir untuk kebaikan mengawal hak dipilih dan memilih serta memberi ruang dan kesempatan bagi para calon yg siap bertarung dn menang di pilkada 2024. **

Comments are disabled.