Reses Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Bahas Soal ‘Hape’ Siswa Tidak Mampu

0
75

B-CHANNEL, CIGOMBONG– Hambatan penggunaan handphone untuk kegiatan belajar secara online bagi siswa dan siswi tidak mampu di masa pandemik Covid-19, menjadi perhatian serius anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkapkan Usep Supratman Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, disela kegiatan reses DPRD masa sidang ke I tahun 2020-2021, Jumat (13/11/20) di daerah pemilihan III, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Jadi, memang saat ini hambatan untuk kegiatan proses belajar mengajar dalam situasi Covid-19 sekarang adalah HP. Jadi persoalan mendasar tersebut, harus direspon positif untuk kemudian dibahas secara komisional oleh DPRD juga Dinas Pendidikan. Ini kan hambatannya HP, karena kalau untuk pulsanya sudah dibantu, termasuk jaringan internetnya di 6 titik setiap kecamatan,” ujar Usep.

Menanggapi adanya siswa yang masih tidak memiliki HP, dirinya menilai jika hal ini sebagai suatu permasalahan yang merupakan kekhususan. Mengingat, kasus seperti ini baru kali pertama di dengarnya.

“Bagi saya, ini masalah kekhususan, sebab baru dengar kalau di saat ini masih ada siswa yang tidak punya HP, bukan pulsanya. Kalau saling gantian HP sering dengar tapi kalau tidak punya sama sekali baru dengar,” tutur Ketua Komisi I dari PPP ini.

Karena itu, lanjutnya, ia meminta kepada sekolah atau guru untuk tidak bersikap apatis. Mengingat, pemerintah dalam hal ini telah menganggarkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sekiranya dapat digunakan untuk membeli satu HP.

“Kan ada dana BOS, masa sekolah ga bisa belikan satu HP buat siswa yang tidak mampu, disisi lain orang tua siswa juga ga boleh apatis. Intinya, kita akan sampaikan ke Disdik dan mempertanyakan ada tidaknya bantuan untuk HP. Kita berharap di Disdik ada yang mengatur tentang bantuan siswa yang tidak mampu, karena kan bantuan itu bisa dari Baznas,” ungkapnya

Ditempat yang berbeda Asep Achadiat Sudrajat, selaku Sekcam Kecamatan Cigombong menjelaskan, prihal siswa dan siswi yang tidak memiliki HP, ini harus di tindak lanjuti dengan cermat oleh pemerintah, bukan hanya pemerintah melainkan para guru harus bisa berfikir secara kreatif dan inovatif.

“Banyak cara untuk merealisasikan proses belajar mengajar dan tidak hanya mengandalkan Hp, para guru bisa membentuk kelompok belajar dengan tetap menjaga protokol kesehatan, para guru bisa membuat jadwal kelompok belajar dengan pembahasan yang singkat dan memberikan tugas secara langsung, dan nanti nya setelah beberapa hari, guru tersebut akan kembali mengambil tugas yang di berikan kekelompok tersebut ” pungkasnya.

Reporter: Risky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here