Pemukiman Warga Tergenang Air, Ketua RW Minta Dua Kelurahan di Bogor Selatan Koordinasi Atasi Banjir

IMG 20201122 182640

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Banjir dengan ketinggian air sekitar 40 centimeter masih saja menggenangi permukiman warga di Kampung Pamoyanan RT 01, RW 02, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Banjir langganan itu terjadi dipicu intensitas hujan tinggi dan buruknya sistem drainase. Terlebih wilayah tersebut merupakan daerah cekungan sehingga mengakibatkan genangan air tidak dapat keluar atau mengalir melalui saluran pembuangan.

“Banjir bersumber dari luapan air wilayah RT 01,RW 07, Kelurahan Pamoyanan. Ada sebanyak delapan rumah warga di RT 01, RW 02 tergenang air hingga setinggi 40 senti meteran,”kata Ketua RW 02, Usep, kepada bogorchannel.id, Sabtu (20/11/20)   petang.

Selain banjir berasal dari intensitas curah hujan, dan drainase wilayah kelurahan pamoyanan, genangan air tersebut juga disebabkan oleh adanya sejumlah bangunan ruko yang baru baru ini dibangun.

“Awalnya sebelum ada ruko tidak terlalu parah, tapi pas ada ruko dibangun banjir lebih parah,”ujar Usep.

Melihat kondisi tersebut, Usep meminta pihak kelurahan Rangga Mekar melakukam koordinasi dengan pihak Kelurahan Pamoyanan. Karena menurutnya sumber air berasal dari drinase kelurahan Pamoyanan yang meluap.

“Awalnya saluran air saat meluap setiap hujan deras itu mengalir lurus ke jalan raya. Karena saluran air yang harusnya meluap ke jalan ditutup, imbasnya belok ke wilayah kita. Saya dulu sudah koordinasi dengan LPM Rangga Mekar dan LPM Pamoyanan untuk mengatasi saluran air yang mengalir deras ke wilayah saya, dan minta dibuka saluran air yang ke jalan, namun kata LPM Pamoyanan tidak bisa. Harusnya tidak bisa itu ada alasannya, kenapa? Tapi masa iya tidak bisa, kan aneh,”ungkapnya.

Lanjut Usep mengatakan, belum lama ini pihaknya mengusulkan disaat agenda rapat pengurus dengan pihak kelurahan. Pada kesempatan itu disampaikan soal banjir tersebut.

“Hasil usulan, katanya dari kelurahan Rangga Mekar akan melakukan koordinasi dengan kelurahan pamoyanan untuk bagaimana mencari solusi soal banjir di wilayah RT 01, RW 02. Harapan saya ada upaya penanganan serius. Bila perlu naik ke dinas PUPR untuk turun menangani banjir yang sudah lama ini. Banjir ini kan, sudah tahunan, setiap pada musrenbang sudah di ajukan, namun katanya akan diusulkan, diusulkan terus, sampai sekarang belum ada realisasinya,”ucapnya.

Hujan deras hampir kurang dari 2 jam sejak Sabtu (20/11/20) petang menyebabkan banjir lintasan hingga masuk ke pemukiman warga.

“Jadi kalau hujan besar itu pasti banjir, tapi kalau hujannya tidak terlalu besar tidak banjir. Saya sebagai pengurus meminta untuk kerjasamanya semua pihak terkait karena warga saya banyak yang mengeluh,”tandasnya.

Reporter: Erry Novriansyah

 

 

 

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *