Pelanggar Ganjil-Genap Diarahkan ke Sentra Vaksin

IMG 20210831 WA0026

B-CHANNEL, KOTA BOGOR-  Tak ingin kecolongan dengan melonggarkan aturan, Dinas Perhubungan Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota kini masih menerapkan sistim ganjil genap (Gage) untuk menekan uforia masyarakat.

Diketahui bersama, level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor menurun, yang mulanya level 4 kini sudah memasuki level ke 3.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, pihaknya akan terus mendukung apapun kebijakan yang sifatnya untuk menekan angka penyebaran covid-19.

“Masyarakat nampak sudah jenuh, kita Dishub di bawah komando Polresta Bogor mendukung penuh kebijakan pembatasan mobilitas,” ungkapnya saat melakukan kunjungan ke Pokwan DPRD Kota Bogor beserta jajarannya, Selasa (31/08/21).

Eko menyebutkan, meski masih menerapkan ganjil genap di sebagian wilayah Kota Bogor, namun, kali ini berbeda dengan gage yang sebelumnya.

“Sejauh ini, kalau dilihat sektornya 24 jam dan diatur dengan menggunakan pola F yang dikembangkan oleh Polresta Bogor,” sebut Eko.

Dia kembali melanjutkan, pola F yang dimaksudkan adalah titik ganjil genap itu mendekat dengan lokasi sentra vaksin.

Sehingga petugas yang terlibat di lapangan lebih dioptimalkan untuk memasifkan vaksinasi covid-19 di Kota Bogor.

“Pola F itu mendekatkan pelaksanaan gage di sektor sentra vaksin. Jadi, warga yang belum vaksin di belokan ke sentra vaksin agar melakukan vaksinasi,” terang dia.

Dia kembali mencontohkan, Pola F yang diberlakukan dengan melakukan penyekatan ganjil genap sesuai dengan tanggal. Apabila ada kendaraan yang melanggar akan diarahkan ke sentra vaksin untuk diperiksa apakah sudah melakukan vaksinasi covid-19 atau belum.

“Sebelumnya dicek dlu KTP-nya, ini khusus untuk yang ber KTP Kota Bogor,” lebih jelas dia.

Soal vaksinasi itu sendiri, Eko berimbuh, Pemkot Bogor menargetkan awal September ini sudah mendekati herd immunity.

“Minimal awal September sudah 70 persen (yang sudah divaksin),” imbuh dia.

Soal vaksinasi covid-19 di Kota Bogor, Eko juga menyayangkan sikap warga yang lebih meributkan jenis vaksin itu sendiri dibandingkan dengan kesehatannya.

“Banyak warga yang nanya vaksinnya apa. Padahal vaksin aja dulu, mumpung vaksin di kita sedang berlimbah,” tegasnya.

Jumlah vaksin yang berlimpah itu sendiri, kata Eko, adalah keuntungan Kota Bogor yang letaknya berdekatan dengan wilayah Aglomerasi.

“Pemerintah memusatkan vaksinasi di wilayah Aglomerasi, itu sebabnya Bogor mendapat jatah vaksin yang banyak,” tutupnya. (ER/BC)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *