Pansel Cakades Hambalang ‘Curang’, Warga Minta Bupati Turun Tangan


B-CHANNEL, CIBINONG – Warga Desa Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor turun kejalan mendatangi tiga kantor pemerintahan. Pertama kantor Desa Hambalang, kantor Kecamatan Citeureup dan kantor Bupati Bogor di Cibinong, Selasa (17/09/19).

Kedatangan mereka menyampaikan aspirasi menyangkut dugaan kecurangan sejumlah oknum panitia seleksi atau Pansel pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Hambalang dengan menggugurkan calon yang menjadi pilihan masyarakat di Desa Hambalang.

“Kedatangan kami adalah inisiatif seluruh warga yang merasa dirampas kebebasannya dalam memilih calon Kepala Desa di wilayahnya. Hampir mayoritas warga di Desa Hambalang mendukung salah satu cakades. Namun entah kenapa dengan alasan tidak lulus seleksi tambahan yang diselenggarakan oleh Pansel Pilkades, Cakades yang warga dukung malah digugurkan dan kalah oleh Cakades lainnya yang secara SDM jauh di bawah cakades yang digugurkan,”jelas Koordinator Aksi, Wildan.

Proses ini ini pendzoliman oleh panitia kepada warga, maka kami menuntut kepada Bupati untuk turun tangan.

“Jangan sampai kongkalingkong ini terus merusak pesta demokrasi warga masyarakat, karena kalau ini dibiarkan bisa terjadi benturan atau gesekan yang hebat di masyarakat,”kata Wildan disela aksi di Cibinong.

Sejak Pansel Pilkades dilimpahkan ke tingkat kecamatan dan desa, Wildan menilai tingkat kecurangan dan permainan alias kongkalingkong panitia dengan cakades sangat rentan terjadi. Terlebih SDM panitia tidak begitu memahami arus aspirasi warga yang meminta keterbukaan informasi publik.

“Jelas sudah karena hal tersebut warga merasa di curangi dengan alasan regulasi, padahal baik Undang-undang, Peraturan Pemerintah hingga Peraturan Daerah melarang ada keterlibatan atau dukungan penyelenggara pemerintah atau pejabat desa menjadi tim sukses salah satu cakades,”katanya.

Intinya, pihaknya meminta benih-benih yang akan menyebabkan perselisihan di masyarakat ini harus dihentikan.

“Ini semua kita lakukan untuk semua warga masyarakat, khususnya untuk menjaga stabilitas dan kemajuan Kabupaten Bogor,”imbuhnya.

Salah satu perwakilan warga Hambalang yang juga mantan calon Kepala Desa, Suhartono, mengatakan, pemilihan kali ini dia menilai akan adanya main mata panitia. Karena pada pertanyaan seleksi dilakukan secara tertutup dan dokumen tes tidak di segel, padahal itu adalah dokumen negara.

“Ini ada apa? jangan sampai ini ada motif permainan untuk meloloskan dan menggugurkan salah satu calon,” tandasnya.

Sementara Asisten Pemerintah (Aspem) Kabupaten Bogor Reinaldi, mengatakan, uji seleksi yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan yang ada yang sesuai dengan UU, PP, Perda dan Perbubnya. Namun karena setelah mendengar forum, akhirnya pemerintah memberikan luang untuk memberikan bukti agar bisa di ulang kembali uji tes.

“Kalau dari forum ini bisa melakukan penguatan bukti yang bisa membuktikan mencederai sebelum hari kamis 19/9 sampai pukul 24.00, kami akan monitor terus dn siap memfasilitasi keinginan atau harapan warga,” pungkas Reinaldi memberikan hasil kesimpulan negosiasi kepada warga. (*)

Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *