Kuasa Hukum Tergugat Tolak Pencabutan Sepihak Perkara Cerai Gugat, Noer Ally Curiga Ada Upaya Sabotase

0
20

B-CHANNEL, BOGOR– Sidang lanjutan perkara cerai gugat dalam persidangan Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor mengejutkan A. Noer Ally, S.H dari Kantor Hukum “A. Noer Ally, SH and Associates selaku Penasehat Hukum tergugat.

Pasalnya, sebelum sidang dimulai, Kuasa Hukum Noer Ally selaku kuasa hukum dari tergugat Tatang Suryana Bin Mama Sukarma secara tiba-tiba tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada tim kuasa hukum melakukan pencabutan kuasa secara sepihak.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan sikap santun dan memelas memohon untuk diwakili hak hukumnya yang ditunjukan oleh Tatang Suryana sebagai tergugat kepada Tim Penasehat Hukum.

“Sejak awal beliau menerima pemberitahuan relaas panggilan sampai dengan agenda mediasi dan terakhir pada agenda perubahan gugatan. Kami mencurigai dan menduga ada upaya sabotase dari pihak tertentu guna mempengaruhi principal kami untuk melakukan pencabutan kuasa tersebut,”ungkap Noer Ally, kepada media online ini, Kamis (29/04/21).

Menurut Noer, pencabutan kuasa tentunya harus dilatar belakangi pertimbangan-pertimbangan, semisal pemberi kuasa merasa dirugikan, penerima kuasa tidak melakukan perbuatan hukum sebagaimana didalam isi surat kuasa dan penerima kuasa melakukan perbuatan hukum diluar daripada isi perjanjian, justru seluruh upaya hukum yang dilakukan oleh kuasa hukum.

“Padahal kami senantiasa selaku kuasa hukum selalu berkoordinasi dengan principal. Namun hal ini sangat disayangkan, mengingat kondisi principal kami yang sudah uzur dan sering sakit-sakitan masih tetap memperjuangkan keadilan dan kepastian hukum justru dipengaruhi guna memuluskan itikad tidak baik dari oknum tersebut,”kata Noer.

Noer menjelaskan, tindakan hukum yang telah dilakukan oleh kuasa hukum sampai saat pencabutan kuasa dilakukan (jika di setujui oleh Majelis Hakim) masih mempunyai kekuatan mengikat kedalam maupun keluar (secara eksternal dan internal).

“Mengikat kedalam artinya bahwa antara pemberi kuasa dan penerima kuasa tetap harus patuh dari proses hubungan hukum pemberi kuasa. Secara eksternal atau keluar maksudnya adalah pihak diluar antara mereka-mereka (pemberi kuasa dan penerima kausa) seperti pihak pengadilan mengakui apa yang telah dilakukan oleh penerima kuasa di pengadilan sebelumnya,”jelasnya.

Selanjutnya, akibat hukum dari pencabutan kuasa tersebut bagi proses peradilan yang sedang berlangsung juga dapat diprediksikan.

“Dalam hal pencabutan kuasa dilakukan oleh pemberi kuasa, maka pemeriksaan perkara tersebut tetap terus berjalan dan dilanjutkan sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan persidangan, sedangkan pemeriksaan yang telah dilakukan tidak akan diadakan pemeriksaan ulang,” kata Noer.

Menyangkut pencabutan kuasa secara sepihak, pihaknya selaku kuasa hukum menolak secara tegas upaya pencabutan tersebut oleh Tatang Suryana selaku pemberi kuasa, karena pihaknya menilai pemberi kuasa telah di pengaruhi dan dikontrol sehingga tidak mematuhi perjanjian yang telah dilakukan dengan pihaknua selaku kuasa hukum baik secara lisan maupun secara tertulis.

Sebelumnya, persidangan perkara cerai gugat dengan perkara No. 1189/PDT.G/2021/PA.CBN yang digelar di Pengadilan Agama Cibinong antara Wiennarty Binti M Yasri sebagai penggugat, melawan Tatang Suryana Bin Mama Sukarma sebagai tergugat, yang mana pada tanggal 28 April 2021 sidang lanjutan perkara Cerai gugat dengan perkara NO. 1189/PDT.G/2021/PA.CBN dengan agenda Eksepsi dan jawaban dari tergugat. (Er/bc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here