GPII Jabar Desak Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

0
31

B-CHANNEL, BOGOR– Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) Jawa Barat menyesalkan insiden penembakan oleh oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Insiden ini berujung dengan tewasnya enam orang anggota Laskar FPI yang tertembak setelah terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 sekitar pukul 00.30 WIB.

Sebelum peristiwa penembakan terjadi, enam orang Laskar FPI sedang mengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dan keluarga yang hendak menghadiri pengajian Shubuh keluarga pada 7 Desember 2020 dini hari.

Simpang siur informasi terjadi karena ada dua versi yang berbeda dari kronologi yang disampaikan pihak Polri dan FPI, kedua pihak saling klaim bahwa pihaknya merupakan korban yang diserang. Tentu hal ini menyebabkan banyak spekulasi, publik berhak tahu fakta sebenarnya, apakah tindakan tegas yang dilakukan pihak Polisi bisa dibenarkan atau tidak? Insiden yang menghilangkan enam nyawa anggota Laskar FPI merupakan kejadian yang cukup serius.

PW GPII Jabar mendukung langkah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang sedang melakukan investigasi dan pendalaman terkait dugaan adanya pelanggaran HAM pada kasus penembakan anggota Laskar FPI.

“Investigasi ini penting dilakukan untuk melindungi hak-hak sipil korban, upaya mendapat keadilan di mata hukum, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Irwan Sholeh Amir Ketua Umum PW GPII

Selain itu ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri dan tidak terprovokasi dengan berita hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Mengajak semua untuk berpikir jernih dan tetap menggunakan jalur hukum yang berlaku.

“Mari kita hormati dan kawal bersama proses hukum yang akan ditempuh oleh pihak FPI. Serta yang terpenting adalah mendesak Pemerintah Pusat untuk segera membentuk tim pencari fakta independen, yang akan mengungkap fakta yang sebenarnya secara objektif.

“Jangan sampai kasus ini menjadi bola liar yang merugikan pemerintah sendiri, jangan biarkan publik menganggap pemerintah abai dan tidak peduli, pemerintah wajib memberikan jaminan keamanan dan keadilan untuk semua,”pungkasnya.

Irwan Sholeh Amir
(Ketua Umum PW GPII Jabar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here