Tuding Miliki Beking dan Kebal Hukum, Anggota Dewan Irman Nurcahyan Dinilai Sosok ‘Sentimentil’

0
143

B-CHANNEL, BOGOR–  Munculnya pernyataan sepihak dari anggota dewan DPRD Kabupaten Bogor Irman Nurcahyan terkait proses pada proyek pembangunan Boash University dan sarana kolam renang Boash Water Park yang dikelola Yayasan Muztahidin Al-Ayubi disikapi serius Ketua Umum Yayasan, Haji Muztahidin.

Muztahidin menilai pernyataan politisi Demokrat tak pantas dilontarkan kepada publik. Terlebih wakil rakyat yang notabene merupakan warga Desa Bantar Sari, Kecamatan Rancabungur dimana tempat pembangunan proyek yang dikenal Borcess tersebut didirikan pihak Yayasan.

Kendati begitu, pemilik Yayasan tak gentar dengan pernyataan yang tak mendasar itu. Malah, sikapnya di terkesan menunjukan jiwa yang sentimentil.

“Pernyataannya tidak mendasar dan terkesan sentimentil. Terus terang saya tidak gentar. Tetapi menyayangkan sebagai wakil rakyat yang juga merupakan warga Desa Bantar Sari itu tidak memberikan contoh yang baik, sehingga membuat resah di masyarakat Desa Bantar Sari dan sekitarnya,”kata Haji Muztahidin, ditemui media, kemarin.

Justru seorang wakil rakyat itu seharusnya memberikan solusi, bukan malah ingin menjatuhkan. Pembangunan didirikan ini kan untuk investasi pendidikan. Pembangunan didirikan ini semata tak lain adalah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan warga banyak.

“Banyak warga sekitar Desa Bantar Sari yang diberdayakan disini. Masyarakat  dirangkul dan diberi peluang pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing. Seharusnya tidak asal ngomong yang tidak mendasar. Pernyataan dia itu patut di pertanyakan. Dan menduga pernyataan itu apakah atas nama legislatif sesuai tugas fungsinya atau memang sentimentil pribadi, karena ketidaksukaan kepada Yayasan,”beber Muztahidin.

Sementara itu, terkait perizinan dan aktifitas pembangunan untuk sarana pendidikan yang berkualitas dibawah Yayasan seperti Boash University dan fasilitas penunjang Water Park (wahana air) yang dia persoalkan, semua sedang dalam proses masa tempuh dan dipastikan sesuai prosedur.

“Semua izin sedang diurus, tidak mungkin tidak ada izin, apalagi proyek miliaran untuk pendidikan yang didapat dari dana bantuan pemerintah, masa bodong. Kan semuanya berproses. Izin itu tidak ada yang instan, butuh tahapan dan waktu yang lama. Jadi kalau soal izin itu kita sedang urus semua,”jelasnya.

Menurut Muztahidin, pembangunan sebagai investasi, dimana pembangunan untuk pendidikan ini bagian daripada membantu program pemerintah daerah Kabupaten Bogor yang berslogan Kabupaten Termaju’, baik sektor pendidikan, sosial, UMKM dan juga lapangan kerja bagi masyarakat yang menganggur.

Sambung Muztahidin, tujuan pembangunan University Boash dan dan kembalinya wahana air Boash Water Park, tak lain untuk  bagaimana berpikir nasib ratusan pegawai yang semuanya hampir warga Desa Bantar Sari itu kembali bekerja ditengah pandemik Covid-19 ini.

“Kan, niat dan tujuan kita itu bagaimana nasib karyawan yang selama pandemik ini tidak bekerja kembali bekerja. Meski tetap libur bekerja selama berbulan-bulan karena Covid-19, tetap kita berikan haknya (gaji) kepada mereka yang bekerja di proyek yang kita bangun. Jadi, tujuannya bagaimana mereka berdaya kembali ditengah keterpurukan ekonomi yang sulit,”jelasnya.

Sebelumnya pernyataan anggota dewan itu muncul di salah satu media online yang dimuat beberapa waktu yang lalu. Dalam berita Irman menuding pihak yayasan memiliki ‘bekingan’ dan kebal hukum dibalik kembalinya aktifitas pembangunan proyek yang diduga belum menyelesaikan perizinan bangunan yang berdiri diatas lahan LP2B seluas hektaran tersebut.

Reporter: Erry Novriansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here