Operasi Masif Tim Pelacak Detektif Covid-19 Kelurahan Rangga Mekar Cegah Penularan

0
128

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Aparatur pemerintah Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor gencarkan siaga pencegahan penularan covid-19. Pencegahan dilakukan intens dengan digelar operasi masif turun ke wilayah, melibatkan tim pelacak detektif covid-19, antara lain, tim medis, para kader, LPM, Babinsa dan Bhabinmas Kelurahan Rangga Mekar.

Operasi masif ditengah pandemi masih berlangsung, menyusul meningkatnya jumlah kasus terinfeksi penularan covid-19 klaster keluarga yang masuk ke wilayah, terlebih terbaru ini jumlah kasus positif covid-19 di Kelurahan Rangga Mekar meningkat.

Lurah Rangga Mekar Ahmad Jailani didampingi Babinsa Kelurahan Rangga Mekar Serka Eko Tri Ristanto menyatakan, pihaknya terus melakukan penanganan pencegahan penularan di tingkat rukun warga (RW) dengan dilakukan upaya 3T, diantaranya tracing atau penelusuran kontak erat.

“Sampai hari ini kami pengurus di wilayah Rangga Mekar terus melakukan upaya pencegahan, mulai dari tracing, penyemprotan dan juga tindakan upaya pembubaran warga yang berpotensi kerumunan. Selain itu imbauan peringatan terus dilakukan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, berikan edukasi, dan maju terus sampai pandemi berakhir,” kata Plt Lurah Rangga Mekar, ditemui, di kantornya, Selasa (23/02/21).

Adapun kunjungan terhadap warga yang tengah isolasi mandiri pun terus dilakukan, dalam rangka memastikan kondisi. Disamping perhatian bantuan daripada paket sembako yang diberikan secara bertahap.

Lurah bersyukur, bantuan sembako untuk warga baik yang isolasi maupun warga terdampak covid-19 terus disalurkan pemerintah melaui Satgas Covid Kota Bogor, selain dukungan Polresta Bogor Kota melalui program peduli isolasi mandiri dan para donatur diwilayah terus yang peduli.

Sementara Babinsa Kelurahan Rangga Mekar Serka Eko Tri Ristanto menjelaskan, jumlah kasus warga yang positif di Kelurahan Rangga Mekar hingga per tanggal 23 Februari 2021 mencapai 18 orang, baik dari klaster keluarga, perkantoran juga medis.

“Jadi yang jumlah isoman itu ada 9 rumah dari jumlah 13 RW terdiri dari 50 RT. Kebanyakan dari klaster keluarga yang positif. Dari 18 kasus yang positif, ada tiga orang yang isolasi mandiri di rumah sakit. Ada yang di larikan ke RS BMC dan RS Milenia. Ketiganya berpotensi memiliki gejala, sedangkan yang lainnya masuk kategori positif orang tanpa gejala (OTG),” jelas Eko, menambahkan.

Reporter: Erry Novriansyah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here