Moderasi Beragama, FKUB Kota Bogor Jadi Ujung Tombak

0
27

B-CHANNEL, BOGOR– Penguatan Moderasi Beragama masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 18 tahun 2020. Sehubungan itu, Kementerian Agama telah merancang sejumlah program implementasinya, salah satunya adalah penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Hal ini ditegaskan Menag Fachrul Razi saat memberikan sambutan pengantar pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKUB yang berlangsung secara virtual, Selasa (3/11/20) lalu.

Rakornas FKUB  yang berlangsung secara luring dan daring ini, digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama Setjen Kemenag dari 3-5 November 2020 dan dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo.

Sebagai Keynote Speech, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Hadir sebagai narasumber, Mendagri Tito Karnavian, Menag periode 2014 – 2019 Lukman Hakim Saifuddin, serta perwakilan dari PBNU, Muhammadiyah, dan tokoh Katolik.

Rakornas diikuti lebih dari 600 peserta terdiri atas pimpinan ormas keagamaan, pimpinan majelis dan lembaga keagamaan, serta para Ketua FKUB tingkat Provinsi dan Kab/Kota di seluruh Indonesia.

Dalam Rakornas tersebut, FKUB Kota Bogor yang diwakili oleh Sekretaris FKUB Kota Bogor, H. Hasbulloh, SE, M.Ek, ditunjuk sebagai Ketua Komisi 2 yang membahas peran FKUB dalam penguatan moderasi beragama sebagai salah satu isu penting yang mencuat dalam Rakornas ini.

FKUB Kota Bogor juga dipercaya menjadi salah satu tim perumus rekomendasi yang dikeluarkan dalam Rakornas FKUB 2020.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mendukung peran optimal FKUB dalam menyemai nilai moderasi beragama. “FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok. Komitmen ini harus tertanam kuat dalam kesadaran para tokoh dan aktivis FKUB di semua tingkatan. Pemerintah mendukung agar peran-peran FKUB semakin optimal dalam menyemai nilai moderasi beragama,” ungkap Jokowi.

Di kesempatan itu pula, Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin menyampaikan tentang moderasi beragama yang dapat mencegah konflik, radikalisme, dan menciptakan kedamaian dalam negara. “Moderasi mendorong terciptanya kerukunan di tingkat nasional maupun global. Moderasi beragama mendorong terciptanya harmoni keluarga dan masyarakat. Peran strategi FKUB perlu didorong untuk meningkatkan moderasi beragama untuk mencegah konflik, dan radikalisme,” kata Wapres.

Wapres menambahkan, terdapat empat indikator dalam moderasi beragama. Pertama yakni dengan toleransi, menerima, menghargai keberadaan orang lain dalam beragama. Kedua, anti kekerasan, moderasi beragama tidak membenarkan adanya kekerasan, baik secara verbal maupun fisik. Ketiga, komitmen kebangsaan yakni dengan menerima pancasila sebagai ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi, dan terakhir NKRI seutuhnya. Keempat yakni indikator pemahaman, dengan perilaku yang akomodatif.

“Saya harapkan tokoh agama menjadi jembatan umat, baik dalam keyakinan pemahaman keagamaan, maupun tindakan konkrit dan penyelesaian antar umat,” ucap Maruf.

Sementara Menag Fachrul Razi mengajak FKUB untuk membumikan moderasi beragama. Ia berharap dengan Rakornas ini dapat menghasilkan konsep-konsep jitu dan bijak untuk lebih memberdayakan dan menghasilgunakan peran FKUB, dalam konteks membumikan moderasi beragama di tengah masyarakat.

Ia menambahkan di tengah keberagaman, Alhamdulillah, Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu terus bergerak maju, mengejar negara-negara maju lainnya di dunia. “Dengan moderasi beragama, umat rukun, Indonesia maju. Salam kerukunan,” pungkas Fachrul dalam sambutannya.

Isu penting moderasi beragama yang mencuat dalam Rakosnas FKUB, direspon oleh FKUB Kota Bogor dengan menyiapkan Roadmap. Sekretaris FKUB Kota Bogor, H Hasbulloh SE, M.Ek yang juga Ketua Komisi 2 Rakonas FKUB yang membahas peran FKUB dalam moderasi beragama, menyebut isu ini akan dibangun di Kota Bogor dengan melibatkan generasi muda dan elemen masyarakat. Selain menerbitkan buku terkait moderasi beragama.

“Kita akan membuat roadmap terkait dengan sosialisasi dan pengembangan moderasi beragama. Roadmap ini akan di gunakan di Kota Bogor sebagai oleh-oleh dan salah satunya adalah membangun narasi melalui buku moderasi beragama,” ujar Hasbulloh.

Ia menjelaskan akan segera membahas langkah-langkah penyemaian moderasi beragama dalam rapat pleno FKUB Kota Bogor. “Akan segera disusunnya sosialisasi terkait roadmap moderasi beragama, dibangun narasi positif baik di media masa maupun media sosial terkait dengan moderasi beragama,” lanjut Hasbulloh.

Melalui sosialisasi yang masif, ia melihat Kota Bogor berpotensi menjadi pusat moderasi beragama. Hal ini terkait rumusan yang dikawal terkait “Bogor Massage” yaitu pesan perdamaian dari Kota Bogor dan juga komitmen pertemuan pada 1 Mei 2018, dua tahun lalu yang menyebutkan bahwa Kota Bogor dan juga Indonesia, akan dijadikan sebagai kiblat untuk pusat moderasi beragama di seluruh dunia.

“FKUB Kota Bogor akan mengajak dan mensosialisasikan kepada generasi muda, tokoh agama, pelajar dan juga kalangan perempuan serta elemen masyarakat yang lain, untuk menjadikan Kota Bogor sebagai pusat moderasi beragama baik di indonesia maupun dunia,” ujarnya disela-sela Rakornas FKUB di Jakarta.

Sebagai catatan, indeks kerukunan umat beragama juga sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019 – 2024.

(Net/Rahadian/Malik Baihaqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here