B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Setelah melalui tahapan demi tahapan selama 18 bulan, Lomba Bogorku Bersih 2022 yang terbagi dalam 7 kategori secara resmi diumumkan. Total hadiah yang disediakan penyelenggaraan berjumlah Rp 260 juta.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sosial dan pimpinan unsur Forkopimda Kota Bogor serta para kepala perangkat daerah di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hadir secara langsung bersama sejumlah unsur masyarakat di Mal Botani Square, kemarin.

“Alhamdulillah kalau tidak ada kegiatan Bogorku Bersih mungkin jumlah sampah harian Kota Bogor masih di atas 400 ton per hari. Dengan program Bogorku bersih ada pengurangan cukup signifikan, hampir 6 sampai 10 persen,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memberikan sambutan.

Apresiasi diungkapkannya kepada semua pihak yang terlibat dan berikhtiar selama 7 tahun mencoba untuk membangun kesadaran publik di Kota Bogor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah, diantaranya CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu, jajaran Bogor Sahabat (Bobats) dan pihak-pihak lainnya.

Kepada semua elemen Kota Bogor, Dedie mengingatkan perjuangan untuk menjadikan Kota Bogor bersih masih belum cukup dan masih banyak upaya yang harus dilakukan bersama-sama. Dia menginginkan adanya perhatian khusus untuk Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung.

Dimana kata dia, Cisadane merupakan sumber air baku bagi masyarakat Kota Bogor dimana 80 persen airnya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Tetapi masih banyak masyarakat yang zalim dengan membuang sampah secara sengaja dan sembarangan, tidak peduli dengan kebersihan sehingga membiarkan sampah-sampah berserakan dari ujung di Ciherang Pondok sampai dengan ke arah Empang yang masih harus dibersihkan dan ditangani secara bersama-sama,” katanya.

Selain masyarakat, untuk menangani sampah di kedua sungai tersebut, Dedie berharap keterlibatan unsur Forkopimda Kota Bogor, khususnya TNI dan Polri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto menyampaikan, Lomba Bogorku Bersih bisa konsisten selama 7 tahun berkat dukungan semua pihak dalam melakukan pembinaan kepada masyarakatnya dan mudah-mudahan ke depan bisa terus memperbaiki kualitasnya dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, mengolah sampah tidak bisa hanya di akhir tapi harus mulai dari sumbernya, diantaranya dari rumah tangga sendiri dan dalam prosesnya tentu membutuhkan partisipasi semua lapisan masyarakat, mulai yang terendah hingga yang tertinggi.

“Tanpa ini semua tidak mungkin Bogor menjadi kota yang bersih. Semoga ini jadi bagian yang terbaik untuk mewujudkan Kota Bogor yang bisa dibanggakan,” harapnya. (**)

Gambar: IST

Comments are disabled.