Gegara Dituding Berita ‘Hoax’, Sejumlah Awak Media Tempuh Jalur Hukum

1
345

B-CHANNEL, BOGOR– Sejumlah awak media terdiri dari media elektronik dan online menempuh jalur hukum, melaporkan jajaran Muspika Cijeruk dan Pemerintah Desa Cipicung, lantaran telah menuding media hoax terkait dimuatnya pemberitaan  tentang temuan warga di Desa Cipicung yang mengalami kelaparan ditengah pandemi Covid-19 hingga terpaksa makan olahan tepung terigu selama tiga hari.

Berita tersebut sempat viral dan memancing reaksi sejumlah donatur dari berbagai daerah yang langsung mendatangi rumah warga itu untuk memberikan berbagai bentuk bantuan. Terlebih di masa krisis ekonomi yang terjadi saat ini akibat dampak pandemi Covid-19.

Selang sehari beritanya menyebar, berbagai pihak mendatangi kediamanya dengan memberi batuan dalam bentuk sembako. Seperti beras, minyak goreng, telur, gula serta bahan kebutuhan pokok lainya. Bahkan beberapa pihak lainnya memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai.

Namun ironisnya, beredarnya berita itu disikapi negatif oleh unsur Muspika Cijeruk, pemerintah Desa Cipicung serta jajaranya dengan mengunggah video klarifikasi sepihak melalui pemberitaan kontra di beberapa media. Dalam klarifikasinya unsur Muspika dan Pemdes menyatakan bahwa berita yang ditayangkan di empat media antara lain Megaswara TV, Intel Media, BogorChannel dan portal Sederhana adalah berita hoax yang tidak sesuai dengan fakta.

Menurut R Anggi Triyana Ismail SH, Pengacara Sembilan Bintang selaku Kuasa Hukum pelapor, bahwa pemberitaan yang telah dimuat media tidak menyimpang dan menyerang atau mencemarkan nama baik seseorang atau intansi.

“Tidak ada, justru ini isinya bagus profesional atau seimbang dan juga cukup obyektif, karena yang disampaikan oleh media ini adalah fakta. Nah datanya ada dipihak muspika. Jadi yang harusnya ketika melihat berita seperti ini tertegur dan banyak-banyaklah berpikir, kemudian menjadi bahan intropeksi diri bagi kelembagaan muspika ini bukan malah membuat pernyataan tandingan yang dibuat sekarang nyampai hari ini,”jelas Anggi, Selasa (09/06/20).

Adanya pernyataan tandingan klarifikasi sepihak dari Muspika dan jajajranan, menurut Anggi sebaliknya telah menuduh media seolah-olah pemberitaan itu tidak benar kata lain hoax, itu disebutkan oleh ketua RT setempat.

“Nah ini yang saya lihat pernyataan tandingan ini mereka melakukan perlawanan bahkan ini dikatagorikan bisa menjadi peperangan. Media tidak pernah menggiring ke opini kewilayah yang tidak benar, justru media ini adalah ruang bagi kita untuk mengetahui akses, sosial, politik dan lain sebagainya bahwa inil loh yang terjadi dilapangan,”tandasnya.

Sebelumnya, warga Kampung Totopong, RT05, RW 01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor bernama Leni (35) mengaku memakan terigu goreng dicampur gula agar tidak kelaparan. Leni memakan bersama ke tiga anaknya selama tiga hari.

Leni mengaku tak punya pilihan lain karena tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan sehari- hari. Sementara sang suami Leni hanya seorang buruh bangunan di Jakarta dan tidak pernah pulang, apalagi mengirimkan uang selama merantau.

Dalam kondisi yang serba sulit tersebut ditengah wabah Corona saat ini, Leni mengaku belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Reporter: Risky

1 KOMENTAR

  1. Gunakan jalur musyawarah barangkali terjadi mis komunikasi.kpd awak media kiranya bs berbesar hati tuk menyikapi hal ini.kpd pihak muspika jadikanlah hal ini sbgai cambuk atau pembelajaran .sbgai saran sj muspika dlm mendeteksi atau pun memantau keadaan masyarakat hrs lebih banyak membina tenaga relawan atau tenaga sosial di lingkungan nya masing masing coba colingdwon atau sharing di cijeruk ini sdm nya sdh maju.lembaga atau organisasi di cijeruk yg membidangi sosial itu banyak.hendaknya lembaga itu hrs lebih maju bukan mundur tanpa tangan relawan sosial muspika akan berjalan lambat.mudah mudahan smua ini ada solusinya dn kita slalu saling menghormati dn menghargai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here