B-CHANNEL, KOTA BOGOR– FKUB Kota Bogor melakukan roadshow ke tiap kecamatan Se-Kota Bogor. Roadshow merupakan program FKUB ini untuk mensosialisasi PBM nomor 9 dan 8 tahun 2026. Kali ini kegiatan di lakukan di Vihara Budhasena Bogor Selatan. Disana FKUB menggelar diskusi bersama sejumlah tokoh dari lintas agama, baik Budha, Kristen, Konghucu, Muslim.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga para aparatur wilayah yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

Ketua FKUB Kota Bogor, Hasbulloh menjelaskan, bahwa FKUB melakukan sosialisasi PBM 2 Menteri nomor 09 dan 08 tahun 2006, merupakan salah satu dari upaya FKUB melakukan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi FKUB serta tugas pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan serta regulasi terkait dengan pendirian rumah Ibadah.

Hasbulloh juga mengatakan, ada banyak peristiwa toleransi di Kota Bogor bisa jadi rujukan regulasi sosial yang ada di masyarakat Kota Bogor. Di Bogor Selatan misalnya ada upaya toleransi yang kuat dibangun oleh masyarakat Bogor Selatan terutama menyikapi perbedaan lahan pemakaman beda agama di Bogor Selatan.

Bahkan lanjut Hasbulloh, hampir 60 persen lahan salah satu kelurahan di Bogor selatan menjadi area makam keturunan china (tionghoa) padahal 99,01 persen masyarakatnya muslim.

Sementara, Ikhsan Yosarie, selaku Koordinator Riset Indeks Kota toleran dari Setara Institute menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut bersama Odih Sumirat dari Bappeda Kota Bogor.

Ikhsan Yosarie menyampaikan bahwa Kota Bogor memiliki sucess story diantaranya tindakan pemerintah Kota Bogor menunjukkan tren yang sangat positif, baik berupa pernyataan kepada publik maupun tindakan nyata pemerintah kota Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor kerap kali tampil di hadapan publik denganpu mengutarakan promosi toleransi dan kerukunan umat beragama kepada warga Kota Bogor,”jelasnya.

Kemudian lanjut dia, Setara Institute juga membaca bahwa masyarakat sipil Kota Bogor memberikan sumbangsih yang baik terhadap penguatan toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Bogor dengan menampilkan diri mendukung dan menginisiasi penciptaan pengarusutamaan toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Hal tersebut menurut Ikhsan Yosarie membuat Indeks Kota Toleran Kota Bogor semakin meningkat, dimana pada tahun 2015 menjadi kota terendah indeks kota toleran di urutan 94 dari 94 kota se Indonesia, pada tahun 2017 meningkat menjadi 92 dari 94 kota Se Indonesia, pada tahun 2018 menjadi peringkat ke 88 dari 94 kota se Indonesia, pada tahun 2020 menjadi peringkat 67 dari 94 Kota se Indonesia dan peringkat ke 33 dari 94 kota Se Indonesia pada tahun 2021.

Hal ini merupakan bukti tren positif dari upaya seluruh elemen masyarakat Kota Bogor bersama pemerintah dalam penguatan toleransi dan kerukunan.

Sumber lain, Odih Sumirat dari Bappeda Kota Bogor menambahkab, bahwa nomenklatur toleransi dan kerukunan masuk ke dalam sasaran utama RPJMD Kota Bogor dan Indeks Kerukunan Umat Beragama menjadi salah satu Indeks Kinerja Utama Pemerintah Kota Bogor. (**)

Gambar: IST

Comments are disabled.