BSPS Kurang Memuaskan, Warga Banyak Mengeluh!

0
377

B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang merupakan program Kementrian PUPR khusus warga pemilik rumah tidak layak huni (RTLH) dikeluhkan warga Tanah Sareal Kota Bogor. Lantaran, BSPS yang diterima warga dinilai tidak sesuai dengan kata layak dibangun.

Salah satu penerima manfaat, Sundoyo (55) warga Kampung Kupu-kupu Sukajaya, RT 05, RW 09, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ditemui dirumahnya, Sabtu (01/08/20) mengungkapkan kekecewaannya menyangkut BSPS yang diterimanya melalui bantuan tangan salah satu partai tersebut.

“Iya, kusennya kurang bagus, kurang memuaskan, loster kayu, kusen dua, tidak memuaskan. Pintu daun banyak dempulan, dan kusen pintu juga melengkung,”ungkap Sundoyo kepada bogorchannel.id, Sabtu (01/08/20).

Kata Sundoyo ada sebanyak enam Kepala Keluarga (KK) dikampungnya mengeluhkan hal yang sama yaitu rusak pada bagian kusen, loster kayunya juga tidak memuaskan. Begitu juga dengan pintu daunnya juga banyak dempulan.

“Karena kami merasa dibantu oleh partai kami juga tidak berani untuk melaporkannya. Sejak pencairan tahap pertama pada 6 Juli 2020 hingga sekarang barang itu belum diganti. Selain itu, barang matrial yang seharusnya diberikan juga belum dipenuhi,”Keluh Sundoyo.

Sundoyo menambahkan, kerugian yang ditaksir dari program bantuan BSPS itu untuk setiap orangnya diperkirakan ada sebesar Rp 3 juta. Jika dikalikan, berikut tetangganya maka kerugian yang mereka alami adalah sebesar Rp 18 juta.

“Ke enam warga yang mengeluh itu berada di RW 09. Anehnya barang-barang itu baru, namun ternyata bekas. Dan saya juga bingung kenapa bantuan tahap pertama hanya sebesar Rp 950 ribu yang saya terima. Saya berharap pemerintah menindak lanjutinya dugaan kecurangan ini,”harap Sundoyo.

Sementara itu Pengusung BSPS pada Kelurahan Cibadak Irma Siti Nurafiani, mengatakan, terkait keluhan warga Kampung Kupu-Kupu itu, dia pun berjanji akan menindak lanjutinya. Kata Irma kualitas kayu yang diberikan sebenarnya adalah jenis mahoni kelas 2. Tapi justru dia bingung kenapa warga Kupu-Kupu itu mendapat kayu yang jelek.

“Besok saya bersama tim akan menindak lanjutinya,”singkat Irma ketika dikonfirmasi melalui sambungan telephone.

Reporter: Febri DM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here