Bantu Inflasi Daerah Disektor Pertanian, Perumda PPJ-Tirta Pakuan Gandeng Agricon dan IPB

0
20

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Hektaran lahan tidur milik aset Pemkot Bogor yang dikelola BUMD di Kota Bogor akan dioptimalkan menjadi lahan pertanian produktif. Pemanfaatan lahan akan bekerja sama dengan Agricon Group dan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB). Tujuannya membantu pemerintah untuk pengendalian inflasi daerah dengan melibatkan masyarakat sebagai penggarap.

Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir bersama Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan belum lama ini tengah menjajaki beberapa aset lahan milik BUMD Tirta Pakuan tersebut. Salah satunya berlokasi di Ciherang Pondok dan Dekeng Bogor Selatan Kota.

“Ya kemarin kita menelusuri aset-asetnya PDAM yang seputaran situ, nah ternyata mereka (PDAM) punya lahan disitu. Ada 20 hektar dan lahan itu selama ini memang ada sebagian kecil digunakan oleh masyarakat sebagain besar lagi memang masih kosong, jadi lahan lahan itu kan lahan produktif dari sisi ketinggian juga cocok hasil hasil pertanian,”kata Muzakkir, belum lama ini.

Sebelum bersama Direksi Perumda Tirta Pakuan, Muzzakir mengatakan, dirinya sudah melakukan penajajakan bersama Agricon dan IPB dalam pemanfaatan lahan kosong dibeberapa tempat, tujuannya membantu pemerintah memberikan inflasi.

“Jadi nanti Agricon kerjasama dengan IPB, mereka akan menanam produk produk pertanian, seperti sayur, cabai, semua komuditi-komuditi yang dibutuhkan. Nanti memanfaatkan juga masyarakat setempat. Hasilnya dipasarkan dipasar, dan lahannya itu kemarin bicara disentul itu fixnya ada 100 hektar. Nah kita bahas lagi lahannya Perumda Tirta Pakuan, dan ini bisa kita optimalkanya, jadi nanti konsepnya kerjasama, empat piha,  dua BUMD ditambah IPB di tambah agricorn, nah kita tanam hasilnya bahas lebih lanjut,”tutur Muzakkir.

Mantan Ketua HIPMI Kota Bogor ini melanjutkan, beberapa lahan yang sudah digunakan oleh masyarakat nantinya, dipersilahkan lahan untuk digunakan.

“Jadi nanti kita paling bantu dari sisi edukasi dan tekhnologinya, jadi biar produksinya lebih baik, silahkan tanam, tekhnologinya kita berikan, nanti hasilnya kita ambil, jadi mereka juga tidak pusing, nanti seberapapun mereka panen ya kita ambil bisa lemparkan ke pasar,”terangnya.

Yang pasti, tambah Muzzakir, pihaknya akan minta 10 komoditi pasar yang sangat dibutuhkan, misal sayur dan buah apa saja. Jika hasilnya memungkinkan dijual dipasar di Kota Bogor, atau nanti dilempar kepasar lain, seperti pasar induk DKI ataupun ke Depok dan Bekasi.

“Nah nanti kita bicarakan dulu kebutuhan kita terpenuhi dulu, karena kenapa, sekarang kan beberapa komoditi dipasar lagi langka, cabe, bawang putih bawang merah, ini yang kita coba atur, karena dengan tekhologi yang dipunyai oleh IPB dan Agricorn ini memungkinkan.

“Kalau kita tanam dengan skema biasa, faktor cuaca lebih berpengaruh, tetapi kalau menggunakan tekhnologi, ya rasanya bisa ditekan tidak ada lagi musim hujan, cabenya susah atau produk yang lain susah kita bisa tanam banyak,”tutup Muzakkir.

Reporter: Erry Novriansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here