Ini 12 Rekomendasi Penting Rakornas FKUB

0
60

B-CHANNEL, BOGOR–  Sejumlah rekomendasi yang dirumuskan disampaikan sebagai hasil Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Rakornas FKUB) 2020 yang telah diselenggarakan pada 3-5 November 2020 lalu.

Salah satunya adalah meminta pemerintah meningkatkan status Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 9 dan 8 tahun 2006  menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

PBM No 9 dan 8 tahun 2006 ini mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

“Rakornas merekomendasikan peningkatan status hukum Peraturan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 menjadi Peraturan Presiden, sesegera mungkin. Sekaligus kami juga merekomendasikan pembentukan FKUB tingkat nasional dan pengembangan FKUB hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan,” ujar Ketua Tim Perumus Rekomendasi Abdul Rahim Yunus dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/20).

Yunus merinci, ada 12 rumusan rekomendasi Rakornas FKUB. Berikut 12 butir rekomendasinya;

1. Peningkatan status hukum Peraturan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat menjadi Peraturan Presiden sesegera mungkin

2. Perlu segera dibentuk FKUB tingkat nasional dan sekaligus pengembangan FKUB hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan

3. Kebijakan anggaran tentang Forum Kerukunan Umat Beragama dari APBN dan APBD diberikan secara rutin

4. Regulasi tentang anggaran kerukunan umat beragama harus dijamin terus keberlanjutannya oleh Pemerintah

5. FKUB Provinsi dan Kabupaten/Kota harus melakukan pemetaan potensi konflik di daerahnya masing-masing

6. Pengadaan sarana dan prasarana FKUB

7. Proses rekrutmen anggota FKUB Provinsi dan Kabupaten/Kota harus sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas secara proporsional

8. FKUB Provinsi dan Kabupaten/Kota harus melakukan sosialisasi moderasi beragama secara berkala di kalangan pelajar/mahasiswa dan pemuda

9. Mendesak Pemda agar memperhatikan FKUB di masing-masing daerahnya dan membentuk FKUB bagi Kabupaten/Kota yang belum terbentuk

10. FKUB harus mengacu kepada literatur narasi moderasi beragama dari Kementerian Agama

11. FKUB hendaknya memiliki kantor sekretariat layanan kerukunan umat beragama yang tetap dan pengurusnya mendapat insentif sebagai penghargaan atas ketokohan dan keahliannya di FKUB dengan dana yang berasal dari APBN dan APBD

12. Hasil kegiatan dialog-dialog antara tokoh agama dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan oleh FKUB, hendaknya dijadikan masukan untuk perumusan kebijakan pemerintah daerah.

Dia berhadap rekomendasi ini dapat segera ditindaklanjuti dan bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kerukunan dan kedamaian di nusantara. “Kita berharap ada peningkatan peran FKUB dalam merawat kerukunan di Indonesia, tentu dengan dukungan optimal dari pemerintah dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Rakornas FKUB  yang berlangsung secara luring dan daring ini, digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama Setjen Kemenag dari 3-5 November 2020 dan dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo.

Sebagai Keynote Speech, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Hadir sebagai narasumber, Mendagri Tito Karnavian, Menag periode 2014 – 2019 Lukman Hakim Saifuddin, serta perwakilan dari PBNU, Muhammadiyah, dan tokoh Katolik.

Rakornas diikuti lebih dari 600 peserta terdiri atas pimpinan ormas keagamaan, pimpinan majelis dan lembaga keagamaan, serta para Ketua FKUB tingkat Provinsi dan Kab/Kota di seluruh Indonesia.

Dalam Rakornas tersebut, FKUB Kota Bogor yang diwakili oleh Sekretaris FKUB Kota Bogor, H. Hasbulloh, SE, M.Ek, ditunjuk sebagai Ketua Komisi 2 yang membahas peran FKUB dalam penguatan moderasi beragama sebagai salah satu isu penting yang mencuat dalam Rakornas ini.

FKUB Kota Bogor juga dipercaya menjadi salah satu tim perumus rekomendasi yang dikeluarkan dalam Rakornas FKUB 2020.

(net/malik baihaqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here