‘Naga Bonar Reborn’, Dedie Rachim : Banyak Nilai Perjuangan Demi Kemerdekaan

IMG 20191228 140832

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Anak Milenial Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (AMIN KAPT) menyelenggarakan nonton bareng (Nobar) film Naga Bonar Reborn di Studio 2 XXI Transmart Yasmin, pada Jumat malam (27/12/19).

Hadir di nobar Naga Bonar Reborn, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, Stafsus Presiden  Amirudin Maruf dan Piet Chintya Mawar selalu perempuan milenial.

Koordinator Amin KAPT, Muhammad Januwar Firmansyah  AMIN KAPT mengatakan, acara untuk memberikan informasi tentang sejarah-sejarah kebangsaan dan diharapkan dengan kegiatan kegiatan seperti ini anak milenial bisa terbuka mata dan wawasannya terhadap sejarah bangsa.

Dimana, melihat kondisi nilai nilai kebangsaan di kalangan anak milenial mulai pudar.

“Jadi, dari AMIN KAPT lebih menekankan kepada poin poin kebangsaan karena anak milenial ini sebagai potensi penerus bangsa sehingga harus memiliki nilai nilai kebangsaan cinta NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Karena sentuhan sentuhan seperti ini jarang juga dilakukan oleh organisasi organisasi yang punya kebersamaan yang sama,”jelasnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi dan menyambut gembira adanya kegiatan seperti ini. Menurutnya, banyak poin penting yang harus digaris bawahi dalam film tersebut. Salah satunya, nilai nilai perjuangan demi kemerdekaan Indonesia.

“Di film ini kita melihat bahwa kemerdekaan Indonesia bisa terwujud karena bersama sama dalam berjuang. Artinya semua berjuang bersama sama dengan darah, air mata dan keringat sehingga bisa dipertahankan khususnya tetap menjaga kebhinekaan,”ungkap Dedie.

Sementara Dadang Danubarata menuturkan, film Naga Bonar merupakan tokoh eksentrik. Dengan kepolosannya dan orang tuanya mengajarkan agar tetap jujur, serta mengajarkan nilai-nilai keberanian walaupun Naga Bonar ini berasal dari orang desa tetapi berani mendobrak atau berani tampil, khususnya berani memperjuangkan kemerdekaan.

“Kita melihat untuk saat ini orang seperti itu, orang yang tulus berjuang untuk memerdekakan masyarakat yang mungkin terzolimi itu patut menjadi panutan karena yang diperjuangkan adalah masyarakat Indonesia yang terdzolimi kalau tadi oleh penjajah,” ucapnya. (Er/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *