B-CHANNEL, CIJERUK– Begitu miris keadaan yang di alami salah satu warga di Kampung Totopong, Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk, mereka menahan lapar selama 3 hari dan hanya berharap belas kasihan dari para tetangga.
Mereka bertahan hidup dengan mengkonsumsi singkong rebus dan goreng tepung terigu, itupun bila persediaan singkong dan tepung masih ada. Padahal sudah jelas terkait statement yang diungkapkan oleh Gubernur dan Bupati bahwa tidak akan pernah ada warga yang akan kelaparan di tengah Pandemi Covid-19 ini.
Namun Peralihan Dana Desa (DD) untuk terdampak Covid-19 ini seolah tidak tersalurkan dengan baik, pihak Desa yang seharusnya membantu warganya terkesan tidak tau-menau terkait persoalan ini.
Leni, salah satu warga RT05, RW 01 Kampung Totopong, Desa Cipicung tersebut mengakui, selama 3 hari hanya menerima bantuan dari para tetangga, hanya singkong dan tepung terigu yang bisa ia makan bersama anak-anaknya dan itupun bila ada, jika tidak terpaksa harus menahan lapar.
“Suami saya kerja sebagai buruh bangunan. Tidak pulang dan tidak bisa komunikasi karna saya dan suami tidak memiliki HP. Saya dan ketiga anak saya kelaparan selama tiga hari ini, hanya dengan belas kasihan dari tetangga saya bisa menyambung hidup,”ungkapnya Minggu (17/05/20).
Leni mengaku, Kades sempat datang ke kediamannya dan memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah, dan di janjikan akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT). Namun Leni berasumsi tidak tau dan tidak mengerti terkait BLT yang di janjikan padanya.
“Saya tidak tau soal bantuan BLT itu, saya tidak mengerti,” imbuh Leni.
Namun hingga berita ini di tulis bantuan yang di janjikan pihak Kades tersebut masih belum Leni terima. Terkait hal itu, belum ada keterangan dari pihak Pemerintah Desa setempat.
Reporter: Risky/Rifai Malik




No comment