Melawan Kebohongan dan Ketidakadilan Rumah Sakit, Atty Minta Pemkot Sediakan 68 Ambulance


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Tidak sedikit warga Kota Bogor khususnya yang berkeluh kesah lantaran masih banyaknya sejumlah Rumah Sakit di Kota Bogor yang menolak pasien untuk ruang rawat inap karena alasan penuh. Mirisnya, keluhan itu sering dirasakan masyarakat kecil atau kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Atty Somaddikarya seorang anggota Dewan DPRD Kota Bogor yang juga Dewan Pimpinan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota Bogor sangat vokal terhadap kondisi tersebut. Sebagai wakil rakyat, ia prihatin dengan banyaknya pengaduan penolakan dari pihak Rumah Sakit terhadap masyarakat yang butuh perawatan darurat ketika akan masuk ke Rumah Sakit, terlebih masyarakat MBR yang sering mendapatkan tindakan pelayanan tidak maksimal di salah satu Rumah Sakit di Kota Bogor.

“Masalah ini menjadi keluhan setiap hari yang masuk ratusan ke nomor kontak saya. Setiap hari keluhan yang sama dengan bahasa yang sama dari masyarakat minta tolong karena ruangan rawat inap RS di Kota Bogor selalu penuh – penuh dan penuh,”ucap Atty, ditemui Kamis (11/07/19).

Seingat Atty, berdirinya banyak Rumah Sakit di Kota Bogor tersedia ribuan kamar rawat inap. Atas dasar tersebut, Ia mempertanyakan, apakah benar orang-orang di Kota Bogor sakit setiap harinya ribuan orang? Apakah benar Rumah Sakit selalu penuh?.

“Kalau ini menjadi satu kebohongan artinya Rumah Sakit sudah mempermainkan nyawa orang-orang miskin, melayangnya nyawa sia-sia setiap hari tanpa berpikir. Nyawa sangat berharga dan berarti untuk keluarga pasien yang di tinggalkan dan akan terasa sakit ketika keluarga pasien berpulang tanpa mendapatkan tindakan apa-apa karena pasien mencari Rumah Sakit yang berharap ada jawaban kamar kosong di salah satu Rumah Sakit, ada yang berhasil ada yang hasilnya nihil dan akhirnya pasein menghebuskan nafas terakhirnya di angkot atau di parkiran Rumah Sakit,”bebernya.

Dengan tegas, Atty menyatakan akan melawan kebohongan-kebohongan yang merugikan masyarakat, karena banyaknya nyawa melayang dengan cara tak semestinya.

“Karena tidak adanya keadilaan dan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Marhaen-MBR. Maka Saya akan kroscek langsung kamar kosong di Runah Sakit. Jika pihak Rumah Sakit berbohong mengatakan penuh teryata ada yang masih kosong. Saya akan bekerjasama dengan Dinas terkait dan turun ke lokasi untuk meminta jawabnnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Atty menyikapi kondisi Kota Bogor yang saat ini dinilai masih perlu adanya pembenahan sistem transportasi guna mengurai kemacetan di Kota Bogor yang salah satunya menjadi penyebab atas terhambatnya ketika masyarakat akan berobat ke Rumah Sakit apalagi dalam kondisi darurat atau kritis, perlu disikapi serius oleh Pemkot Bogor. Terlebih pada hari libur Sabtu dan Minggu.

“Jalan-Jalan macet setiap Sabtu- Minggu, bahkan setiap hari di Kota Bogor. Pada waktu tertentu masyarakat marah, pada puncaknya ketika masyarakat ada yang sakit membutuhkan tindakan cepat, dalam perjalanan terjebak macet, belum lagi sesampainya di Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongam medis demi penyelamatan nyawa mendapat penolakan di Rumah Sakit di Kota Bogor,”ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, maka Atty mewakili anggota legislatif dari fraksi PDI Perjuangan mengusulkan kepada Pemkot agar segera menyediakan mobil siaga Ambulance sebanyak 68 unit di tiapĀ  Kelurahan di Kota Bogor.

“Kita aspirasikan mobil ambulance agar Pemkot bisa mewujudkan itu. Dan saya sudah ngobrol-ngobrol sama Pak Wakil Walikota Dedie Rachim, dan dia sangat mendukung usulan mobil ambulance. Dan saya sangat mengapresiasi, bahwa Pak Dedie akan membawa perjuangan aspirasi ini,” katanya.

Sementara dikonfirmasi terkait mobil ambulance, Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengatakan bahwa pihaknya memperhatikan aspirasi Dewan yang terhormat, terlebih ambulance merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas dan instalasi kesehatan.

Selain daripada itu layanan ambulance milik Pemkot tentu dapat memudahkan transportasi bagi warga dalam keadaan darurat dengan fasilitas yang mungkin dapat menyelamatkan seseorang dari situasi kritis.

“Saya akan koordinasikan dengan Walikota dan Sekda untuk difasilitasi dari anggaran perubahan tahun ini. Mengenai jumlahnya mungkin kita sesuaikan dengan ketersediaan anggaran,”pungkas Dedie. (dr/bc)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *