B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen Nugroho Budi Wiryanto, bersama Walikota Bogor Bima Arya mengunjungi pembangunan barak siaga di Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (24/08/20).
“Tujuan saya adalah untuk melihat sudah sejauh mana pembangunan barak ini. Saya pun berterima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang telah memberikan kami hibah. Diharapkan bisa bermanfaat sebaik mungkin,”kata orang nomor satu di Siliwangi itu, kepada media.
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, karena istana Bogor adalah tempat kerja presiden dan juga tempat peristirahatannya maka pemkot pun harus memberikan pengamanan. Oleh karena itulah pemkot memberikan dana hibah kurang dari Rp 2 milyar. Dan dana itu dipergunakan untuk pembangunan barak.
“Selain presiden yang bekerja juga ada para menterinya. Itulah sebabnya pengamanan orang nomor satu di Indonesia menjadi prioritas utama. Pemkot juga akan memberikan tambahan pada APBD perubahan”kata Bima.
Kepada dirinya pangdam juga mengatakan, bahwa dia (Nugroho, red) sangat menekankan keserasian pada lingkungan. Tak hanya itu kepada walikota dua periode itu, pangdam juga berpesan agar suami Yane Ardian itu membuatkan Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk warga yang belum memiliki.
Ditempat yang sama, Kepala Seksi Perencanaan Korem 061 Hary Mulyono mengaku, hibah yang diberikan pemkot Bogor adalah berbentuk uang output pekerjaan fisik kontruksi berupa barak siaga pengamanan VVIP dengan volume 325 m2. Uang itu juga dipergunakan untuk pembuatan lapangan parkir seluas 500 m2 dan dipergunakan untuk pembuatan jalan masuk.
“Pengerjaan dilakukan mulai 29 Juni -29 Oktober oleh pemborong CV Wahana Indra Putra dan memakam anggaran sebesar Rp 1.8 M terdiri dari Rp 178 juta untuk perencanaan dan pengawasan, dan adapun kontrak kontruksinya adalah Rp 1.6 M,”kata Hary M
Lebih lanjut Hary mengatakan, barak yang dibangun dari uang pemkot, nantinya akan ditempati 64 prajurit. Dan barak itu juga akan disediakan tempat tidur susun dua. Ada pun satuan yang akan tinggal disana (barak red) adalah Yonif 315.
“Kami bisa mendapatkan hibah ini karena TNI AD yang mengajukan permohonan. Dan selanjutnya pemkot melakukan analisa dan perhitungan dan selanjutnya pemda meminta persetujuan dari DPRD Kota Bogor. Pengajuan dilaksanakan pada 2019. Untuk tahap pengerjaanya baru ada sebanyak 41.6 persen,” tukasnya.
Reporter: Febri DM




No comment