Komunitas Board Game dan TGR Gelar “PlayDayBogor


B-CHANNEL, KOTA BOGOR-  Kabogoh (Komunitas Board Game Bogor Hehehe) bekerjasama dengan Komunitas Traditional Games Returns (TGR) mengadakan acara #PlayDayBogor yang bertujuan memperkenalkan dunia board game dan permainan tradisional kepada masyarakat Bogor di Lippo Plaza Keboen Raya Bogor dengan total jumlah peserta mencapai 57 orang.

Eksistensi board games dan permainan tradisional pada era sekarang sudah mulai ditinggalkan, hal ini berbanding terbalik dengan popularitas permainan digital yang semakin meningkat. Bersamaan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, tanpa sadar merubah pola gaya hidup anak muda yang erat dengan gawai dimana kini telah beralih fungsi menjadi kebutuhan pokok. #PlayDayBogor hadir untuk mensosialisasikan manfaat board gamesdan permainan tradisional kepada masyarakat.

Alvikha Adrian, salah satu pendiri Komunitas Kabogoh, mengatakan Board games ada sebagai media hiburan yang positif, menyenangkan serta edukatif.

Menurutnya, anak-anak kerap menemukan banyak orang sedang berkumpul bersama keluarga atau kerabatnya tetapi tidak terjadi interaksi, mereka malah sibuk berkutat dengan gadget masing-masing. 

“Dan yang paling penting adalah nilai kebersamaan atau kekeluargaan itu yang ditekankan karena #PlayDayBogor memberikan pengalaman bermain dan sosialisasi dengan cara yang berbeda dari berbagai macam game lainnya melalui berinteraksi secara langsung dengan pemainnya, sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadapgadget, “tambah AlvikhaMinggu (27/01/19).

Aghnina Wahdini, selaku founderKomunitas Traditional Games Returnsmenambahkan, anak-anak zaman sekarang ini sudah jarang ditemui di lingkungan masyarakat bermain permainan tradisional, seperti congklak, gobak sodor, petak umpet atau lainnya. Mereka menjadi mabuk gawai yang artinya dimana keadaan seseorang yang asyik dengan gawainya sehingga tidak peduli keadaan sekitar.

“#PlayDayBogor mengajak bermain sambil berinteraksi dengan pemainnya sehingga pemainnya tidak sibuk dengan gawai yang dimiliki. Acara ini juga diharapkan untuk memberikan pengalaman yang mengesankan terhadap board games dan permainan tradisional sehingga anak-anak ingin terus memainkannya,” kata Aghnina. (*)

 

Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *