Ini Penjelasan Mayora Group Soal Keluhan Warga Terdampak

IMG 20200317 133001

B-CHANNEL, CARINGIN– PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) yang berlokasi di kawasan Caringin, Kabupaten Bogor akhirnya buka suara, terkait beredarnya kabar dampak lingkungan yang dinilai banyak merugikan masyarakat sekitar. Dampak antara lain, kultur ramah lingkungan, program CSR dan menciptakan lapangan pekerjaan yang tidak dirasakan masyarakat.

Kepada awak media, kemarin, Industrial Relation GA PT. TFJ Woko Wahtoto menjelaskan, perihal program CSR, pihaknya mengaku telah memprogramkan dan turun langsung kemasyarakat sekitar, itu bertujuan agar program tersebut bisa sampai langsung kepada masyarakat.

Kami sudah lakukan semua sesuai prosedur yang berlaku, kami mengetengahkan kultur yang menjamin ramah lingkungan dan memberi manfaat bagi lingkungan, diantara nya melaksanan program CSR, Hingga proses pengolahan limbah nya,”katanya.

Lanjut Woko mengatakan, setiap tahunnya, perusahaan selalu di audit oleh kementrian lingkungan hidup baik dari pengolahan limbah air, udara, limbah padat dan limbah lainnya, sehingga perusahaan mendapat peringkat biru.

Kalau perusahaan mendapat peringkat biru, berarti perusahaan sudah melaksanan pengolahan limbah dengan baik”, tambah dia.

Woko menjelaskan, perusahaan mendapat peringkat biru, bukan tanpa alasan, di karenakan sejak 1 Januari 2019 mayora grup telah menganti bahan bakar boiler, padahal sebelumnya mengunakan batu bara yang masuk B3. Sehingga menjadi bahan bakar dari cangkang dari kelapa sawit yang ramah lingkungan.

Kalau soal kebisingan perusahaan telah memindahkan unit chiler yang semula berdekatan dengan pemukiman, sekarang tidak karna sudah jauh dari pemukiman,”katanya.

Program CSR yang meliputi Fogging untuk mengantisipasi DBD telah di lakukan sejak bulan Februari 2013.

Fogging terakhir kami paksakan pada tagal 9 Februari 2020, yang lokasinya di Rw. 01 kampung tengek Desa Cimande hillir, kegiatan program CSR nya kita paksakan dalam bentuk pengobatan gratis, dua kali sunatan masal, bantuan air bersih sebanyak 8 kali, empat kali bantuan anak yatim, bedah rumah sebanyak 6 unit, sumbangan karpet masjit, penanaman pohon sebanyak 2000 pohon setiap tahun, perbaikan fasum berupa pengecoran jalan warga, perbaikan selokan serta pembuatan sumur warga,”jelasnya.

Sementara, untuk penciptaan lapangan kerja PT. TFJ selalu mengutamakan penerimaan karyawan yang tinggal di lokasi pabrik.

Kita utamakan yang tinggal di Cimande Kecamtan Caringin dan jumlah setiap tahunnya pun terus meningkat. Pada tahun 2020 ini saja sebanyak 63,8% nya adalah warga Kecamatan Caringin,” pungkas Woko. (Risky/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *