B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, menyampaikan pemajuan toleransi dan Kerukunan di Kota Bogor, di hadapan Utusan Kedubes Amerika Serikat dan Analis Kemenlu Amerika Serikat dalam dialog Lintas Agama yang diinisiasi oleh Yayasan Satu Keadilan (YSK) di Bogor.
Diskusi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan aktifis lintas agama yang aktif dalam pemajuan toleransi di Bogor dan sekitarnya.
Dalam diskusi tersebut, Hasbulloh selaku ketua FKUB Kota Bogor menyampaikan pemajuan toleransi dan kerukunan di Kota Bogor.
Kota Bogor dalam Indeks Kota toleran yang dirilis oleh setara Institute, Kota Bogor merupakan Kota yang pada tahun 2015, sebagai kota terendah dari 94 Kota, pada tahun 2018 naik ke rangking 88, kemudian pada tahun 2020 naik ke rangking 67 dan pada tahun 2021 naik ke rangking 33.
Dalam indeks Kota toleran, terdapat 4 variabel utama yaitu, pertama, variabel regulasi pemerintah Kota, di mana Kota Bogor berhasil memasukkan nomenklatur toleransi dan kerukunan dalam RPJMD serta melakukan rasionalisasi ratusan produk hukum yang bertentangan dengan nilai hak asasi manusia.
Variabel kedua yaitu tindakan pemerintah, di mana pemerintah kota Bogor, berhasil menyelesaikan persoalan pembangunan gereja di Yasmin, yang sudah menjadi konflik dan peristiwa intoleransi selama 15 tahun. Sehingga hal tersebut menjadi peristiwa yang nyata dalam peran mediasi dan sinergitas semua pihak dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Variabel ketiga adalah regulasi sosial, dimana berhasil menyatakan zero peristiwa intoleransi serta keberhasilan masyarakat sipil kota bogor dalam menguatkan program toleransi dan menolak peristiwa intoleransi.
Variabel keempat yaitu demografi agama di mana masyarakat Kota Bogor yang heterogen dari sisi keagamaan penduduk dan masyarakat sipil bersinergi dalam penguatan inklusi sosial keagamaan.
Kota Bogor berhasil keluar dari jeratan intoleransi karena menjadi kota dengan tingkat urbanisme dan metropolisme yang tinggi. Hal tersebut membuktikan juga bahwa kota Bogor sebagai kota yang memiliki tingkat kompleksitas pengelolaan yang tinggi, berpenduduk heterogen, urban dan lepas dari kearifan lokalnya tidak berarti tidak bisa merawat toleransi dan kerukunan.
Selain kolaborasi dan sinergi, kepemimpinan di Kota Bogor juga berhasil menggerakkan seluruh elemen baik muspida, tokoh lintas agama, untuk mendeklarasikan bogor kota toleran, di mana FKUB memperbanyak dialog lintas agama, pemkot Bogor menerasikan kembali kearifan lokal melalui perhelatan kesenian dan kebudayaan Bogor Street Festival sehingga langkah langkah tersebut membuat kota bogor keluar dari jurang konflik intoleransi.
Taylor N.T Brown sebagai Program Analyst dari US Departemen of State Bureau of Democracy, Human Right and Labor Office Of Global Programs, menyampaikan apresiasi atas paparan FKUB Kota Bogor, yang telah menggambarkan secara utuh peran strategis FKUB dalam pemajuan toleransi dan kerukunan di Kota Bogor.
Hal tersebut diperkuat oleh Mr. Greg dari Kedubes Amerika yang sudah berdiskusi panjang dengan FKUB Kota Bogor terkait dengan peran FKUB dalam perawat kerukunan di Kota Bogor. (**)




No comment