Tersangka Korupsi Dana BOS Disdik Kota Bogor Bertambah, Kejari: Enam Tersangka Merupakan Kepala K3S

0
108

B-CHANNEL, KOTA BOGOR- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor kembali menetapkan tersangka dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Tak tanggung-tanggung dalam kasus tersebut  ada enam orang yang berhasil diamankan. Sebelumnya Kejari, menetapkan 1 orang tersangka berinisial JRR selaku pihak ke tiga sebagai penyedia jasa atau kontraktor dalam kasus yang merugikan negara hingga 17,2 miliar.

“Ke enam orang tersangka berinisial BS, GN, DD, SB, DD dan WH. Ke enam tersangka merupakan para Kepala Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tingkat kecamatan yang bekerjasama dengan tersangka JRR selaku pihak ketiga atau kontraktor penyedia jasa, pada kegiatan ujian sekolah di tingkat SD diseluruh Kota Bogor,”terang Kepala Kejari Kota Bogor Bambang Sutisna didampingi Kasi Pidsus Rade S Nainggolan, kepada media, Kamis (23/07/20).

Bambang menilai seharusnya ujian itu dikelola oleh dewan sekolah dan komite sekolah, tetapi lantaran tanpa sepengetahuan komite sekolah maka dikerjakanlah dengan menggunakan pihak ketiga.

“Hal itu yang menjadi awal terjadinya tindakan korupsi dari dana BOS sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 17,2 miliar,” jelas Bambang.

Menurut Bambang, dikelolanya dana BOS oleh K3S bukan komite sekolah otomatis K3S ini yang berperan aktif melakukan komunikasi dengan penyedia jasa.

“Setelah ditelusuri melalui barang bukti berupa Handphone (HP), ternyata K3S ini sangat intens berkomunikasi dengan penyedia jasa hingga adanya permainan diantara mereka yang merugikan negara,” tegasnya.

Bambang menambahkan, dari total jumlah kerugian negara sebesar Rp 17,2 miliar, Kejari kembali menerima pengembalian sebanyak Rp 75 juta dari satu orang K3S, dan menyita satu unit mobil merk Avanza Veloz, termasuk dokumen dokumen yang berkaitan dengan perkara ini.

“Enam tersangka meliputi PNS aktif dan pensiun. Nanti akan kita kembangkan lebih lanjut dan kita lihat hasilnya di sidang pengadilan. Yang jelas atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 junto pasal 18 dan 55, UU tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandasnya.

Diketahui, dugaan penyimpangan atas kasus dana operasional sekolah (BOS) sekolah dasar pada kegiatan UTS, UAS dan try out dan ujian sekolah yang menggunakan dana BOS tahun 2017, 2018 dan 2019.

Reporter: Erry N/Febri DM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here