Terdakwa Bisnis Investasi Bodong di Bogor Divonis 5 Tahun 4 Bulan

0
12

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Terdakwa (RM) akhirnya divonis 5 tahun 4 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor. Putusan terhadap terdakwa lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (PJU) yaitu 5 tahun 3 bulan.

Sidang putusan oleh Majelis Hakim  dilakukan teleconference, baik jaksa maupun terdakwa. Sementara, di ruang sidang hanya nampak Majelis Hakim, dan tim kuasa hukum korban serta sejumlah para korban.

Putusan dengan Nomor 22/Pid.B/2020/PN.Bgr perkara penipuan bisnis dilaksanakan Selasa, 21 April 2020 digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor.

Putusan Majelis Hakim dengan Nomor 22/Pid.B/2020/PN.Bgr perkara penipuan bisnis digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor, Selasa (21/04/20). Majelis Hakim Ridwan, membacakan keadaan-keadaan yang kerap diulangi terdakwa seperti tindak pidana pada saat menjalani pembebasan bersyarat.

Selain itu, kata Ridwan, terdakwa juga mengulangi perbuatan residivis, tidak adanya itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan kerugian yang diderita korban Roosman Koeshendarto sebesar Rp9.749.114.200.00 dan berbelit-belit saat memberikan keterangan disetiap persidangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri Bogor.

Lalu, keadaan-keadaan yang meringankan juga dibacakan, memperhatikan pasal 378 KUHP No 8 Tahun 1981 tentang kitab undang-undang hukum acara pidana serta segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berhubungan dengan perkara ini.

Mengadili, menyatakan terdakwa Riska Mawarsari binti Ruswandi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Oleh karena itu terdakwa divonis dengan pidana penjara selama 5,4 tahun,” katanya.

Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan memerintahkan terdakwa untuk di tahan. Majelis Hakim juga memberi kesempatan kepada terdakwa selama satu minggu, apakah menerima semua putusan, pikir-pikir dan mengajukan banding, namun terdakwa memilih mikir-mikir,” tambahnya.

Sementara, usai persidangan, Kuasa Hukum Roosman Koeshendarto, Khusnul Naim memberikan apresiasi kepada PN Bogor dan mengaku sangat puas dengan putusan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya, seluas-luasnya kepada PN Bogor dalam hal ini kepada Ketua Majelis Hakim, karena putusannya lebih berat dari JPU yakni 5,4 penjara,” kata Khusnul di dampingi pengacara satu timnya yakni Tri Widiastuti.

Menurutnya, hal tersebut adalah pasal pidana tunggal dimana dakwaannya adalah 378 dan ancaman hukumannya 4 tahun penjara, namun diberikan putusan yang luar biasa karena pertimbangan pemberatan.

Ya, dengan pertimbangan pemberatan. Pertama, terdakwa adalah residivis, kedua mengulangi perbuatan pada saat menjalani masa bebas bersyarat sehingga Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5,4 penjara dan itu lebih berat dari tuntutan JPU,” ungkapnya.

Menyikapi pilihan terdakwa untuk mikir-mikir hasil keputusan Majlis Hakim, Khusnul mengaku, kalaupun nanti ada upaya-upaya hukum lainnya mulai banding hingga kasasi dia berjanji akan terus mengawal hingga inkrah.

Kami akan tetap memantau dan mengawal hingga inkrah,” tandas pengacara berkacamata itu.

Ditempat yang sama Roesman Koeshendarto yang menjadi korban dalam perkara tersebut mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi terhadap majelis hakim dan jaksa penuntut umum.

Ya, karena sudah melihat dan menelaah secara detail terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh Riska Mawarsari dengan memberikan keputusan yang terbaik dalam putusan ini,” pungkasnya. (Er/bc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here