Polisi Hentikan Penyidikan Perkara Investasi Bodong, Alasan Tidak Cukup Bukti, Korban ‘Kecewa’, Pidana Jadi Perdata?

0
72

B-CHANNEL, KOTA BOGOR–  Ria Rusty Yulita warga Depok, Jawa Barat, menjadi korban penipuan investasi bisnis bodong. Mirisnya, pelaku merupakan teman dekatnya sendiri bernama Ria Astria. Atas perbuatannya, Ria diperkarakan oleh korban kepada Polisi dalam hal ini Polresta Bogor Kota. Namun, sampai hari ini, pelaku belum kunjung ditahan pihak penegak hukum, meski korban sudah melakukan upaya hukum untuk menjerat pelaku hingga masuk prodeo.

Untuk diketahui, korban melapor ke Polisi pada 10 Januari 2019 dengan laporan polisi Nomor LP/213/B/VII/2109/SPKT. Berdasarkan laporan itu, bahwa pada tanggal 23 Januari 2017 dilaporkan telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan pihak terlapor dengan terlapor mengajak kerjasama untuk penanaman modal usaha untuk mencetak barang, pembuatan Inboxs, Outher Boks, Jahit Sepatu di PT Sepatu Mas Idaman, namun bulan Desember 2018 hingga saat ini modal tidak dikembalikan dan diberi keuntungan. Kejadian bermula ketika terlapor mengaku sebagai vendor dan Sekretaris pada PT Sepatu Mas Idaman (Semasi). Total dana kerjasama yang sudah diserahkan korban sebesar 680 juta rupiah.

Karena terlapor telah melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP maka,  pada tanggal 6 Juli 2019, laporan polisi nomor : LP/213VII/2019/JBR/Polresta Bogor Kota, laporan korban ditindaklanjuti  dengan langkah penyidikan dengan Nomor SP/sidik/119/VII/Res.1.11/2019/satreskrim. Tanggal 24 Juli 2019, surat perintah penyidikan dikeluarkan Polisi, hingga tanggal 5 September 2019 surat perintah penyidikan pun berlanjut di 8 Januari 2020 sampai dengan 1 Februari dan 4 Juni 2020. Hingga surat dimulai penyidikan berakhir pada tanggal 8 Juli 2020. Sementara hasil gelar perkara pada 22 Juli 2020.

Sejak awal penyidikan dimulai, surat rujukan mulai dari laporan hingga penyidikan Polisi menyebut, bahwa proses penyidikan terhadap perkara yang dilaporkan, penyidik telah melakukan langkah-langkah yang maksimal, namun hasil penyidikan telah menyimpulkan tidak ‘TIDAK CUKUP BUKTI‘, maka untuk memberikan kepastian hukum penyidikan dihentikan.

Pemberhentian penyidikan tindak pidana atas nama Ria Astria (terlapor) warga Tanggerang yang tinggal di Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara dihentikan Polisi telah Polisi sampaikan kepada Kejaksaan Negeri Kota Bogor, tertanggal 23 Juli 2020

Dengan hasil penyidikan Polisi yang menurut pihak penyidik dengan alasan tidak cukup bukti, korban pun mengaku kecewa. Kepada media, korban menuturkan kejadian perkara yang selama ini dirasa ada yang aneh dalam upaya proses hukumnya.

“Saya kecewa karena kasus dihentikan oleh penyidik karena alasan tidak cukup bukti. Maka dari itu saya akan mengambil langkah hukum menempuh pra peradilan,” kata Ria Rusty Yulita, Minggu (02/08/20).

Lanjut wanita yang juga pengusaha ini menjelaskan, dari semua bukti yang ada, setidaknya lima point yang krusial bahwa penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis itu, pertama soal bisnis di perusahaan yang dijanjikan pelaku tidak ada, pelaku mengakui perbuatan penipuan, ada korban lain yang dijerat pelaku dengan kasus yang sama, saksi ahli auditor sudah menyatakan angka kerugian, ditambah oleh ahli hukum pidana menyatakan bahwa telah terbukti dan terjadi tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Kasus ini sangat aneh, saya mengajukan pidana tetapi diarahkan oleh kejaksaan menjadi perdata. Sehingga setelah 20 bulan dan berproses hingga ditetapkan tersangka, kasusnya malah dihentikan oenyidik,” ungkapnya.

Keanehan lainnya, lanjut Ria, ketika berkas pertama kali masuk ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor dan menemui tim penyidiknya, kemudian pihak Kejari menyatakan bahwa kasus ini murni pidana penipuan. Setelah itu berkas dikembalikan menjadi P19 dengan alasan tidak cukup alat bukti. Lalu tiba tiba tim penyidik Kejari memberikan pernyataan bahwa kasus berubah menjadi perdata dan menyatakan SP3.

Kasus berawal ketika dirinya diajak kerjasama dalam hal investasi modal usaha untuk mencetak barang pembuatan Inboxs, Outher Boks dan Jahit Sepatu di PT Sepatu Mas Idaman (Semasi) oleh tersangka Ria Rusty.

“Jadi proyek yang dikatakan dan dijanjikan oleh pelaku itu tidak ada. Ini benar benar penipuan, usahanya tidak ada dan proyek nya juga tidak ada. Hal itupun sudah dinyatakan oleh pihak perusahaan ditempat tersangka bekerja. Saya meminta agar ditegakkan keadilan karena kasus yang menimpa saya betul betul penipuan murni. Seharusnya kasus ini di proses lanjut hingga ke pengadilan,” tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik ketika dihubungi tidak memberikan jawaban. Melalui Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti mengatakan, terkait kasus itu bisa ditanayakan langsung kepada bagian Reskrim.

“Karena kasusnya sudah berproses dan tahapannya juga sudah dilakukan hingga ditetapkannya tersangka. Tetapi kalau sekarang SP3 atau dihentikan kasusnya, maka silahkan bisa ditanyakan ke Reskrim,” kata Desty. (dr/bc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here