Pembuang Janin Hasil Hubungan Gelap Ditangkap, Pelaku Ternyata ART!

0
85

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Unit Reserse Kriminal Polsek Bogor Utara berhasil mengungkap pelaku pembuang janin bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi tak berdosa berusia 6 hari diketahui berkat rekaman CCTV dimana tempat dibuangnya bayi hasil hubungan gelap pelaku di Jalan Prakarya RT 01, RW 06, Komplek PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara.

“Alhamdulillah kurang dari 24 jam pelaku bisa ditangkap sekitar pukul 10:00 WIB. Pelaku adalah asisten rumah tangga berinisial ES (33), merupakan warga Cigudeg Kabupaten Bogor. Pelaku ditangkap di rumah majikannya di Komplek PDK,” terang KapolsekBogor Utara, Kompol Ilot Juanda.

Untuk mengidentifikasi pelaku, sebelumnya petugas mendapatkan rekaman CCTV penemuan bayi. Lalu anggota lantas berkoordinasi dengan Binmas, RT dan RW setempat.

Kapolsek menuturkan, janin bayi duga merupakan hasil dari hubungan gelap dengan pacarnya yang berinisial RHT, yang saat ini masih buron.

“ES sudah menjalin hubungan dengan pacarnya selama lima bulan dimulai sejak Januari hingga Mei 2020. Jadi selama pacaran mereka kerap melakukan hubungan suami istri di rumah kontrakan RHT di daerah Cojeruk, Kabupaten Bogor. Setiap hari Minggu, pacarnya selalu jemput ES ke rumah kontrakanya di Ciparigi,”tutur Kapolsek.

Kemudian, lanjut Kapolsek, setelah lima bulan berpacaran ES mengakhiri hubungannya dengan RHT. Namun, pada Juli 2020, pelaku baru menyadari bahwa ia hamil. Tetapi, hal itu tak diberitahukan kepada RHT.

“Lantas pada November, Sabtu (7/11/20) sekitar pukul 08.00 WIB. ES merasakan sakit perut hebat, dan meminta ayahnya untuk membelikan obat lambung. Kemudian ayahnya membelikan obat lambung tersebut dan ES meminumnya sekitar 1sendok makan,” jelasnya.

Kemudian, pada pukul 11.00 WIB, ES merasa mulas-mulas dan pelaku langsung ke kamar mandi.

“Saat di toilet tiba-tiba bayi itu keluar. Lalu ES mengangkat janin itu dan membersihkannya. Dia bersalin tanpa dibantu dan diketahui oleh siapapun,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, janin itu langsung dibungkus dengan plastik dan ditaruh dalam lemari baju ES selama tiga hari.

“Baru pada Selasa (10/11/20), ES membuang janin bayi tersebut di selokan Komplek PDK Ciparigi dan ditemukan oleh warga keesokan harinya,” ungkapnya.

Kendati berdasarkan pengakuan ES janin itu keluar dengan sendirinya. Namun, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman.

“Masih didalami, apakah janin itu keluar sendiri dengan meminum obat, atau ada bantuan orang lain,” jelasnya.

Kompol Ilot menambahkan, ES dijerat dengan Undang Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dalam pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan, tersangka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” tukasnya.

Reporter: Erry Novriansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here