Dituding Lakukan Penggelapan Uang Perusahaan, 1 Keluarga Gandeng YKAB, Kuasa Hukum : Kita Minta Keadilan dan Penangguhan Penahanan

0
82

B-CHANNEL, BOGOR– Pimpinan salah satu perusahaan UD Jaya Abadi berdomisili di Kabupaten Bogor telah menuding Pasangan Suami Istri Muhammad Endang dan Cory Mariza serta Adiknya Idola Arief, karena telah diduga melakukan penggelapan sejumlah uang dengan angka cukup besar.

Tudingan tersebut berujung dengan pelaporan Polisi Polres Bogor, oleh Pimpinan perusahaan tersebut, dalam hal ini Feri K selaku pelapor. Suami dari Cory, M Endang akhirnya ditahan polisi diduga terkena pasal penggelapan.

Kendati demikian keluarga terlapor,  meminta pendampingan hukum kepada
Kantor Hukum Yayasan Keadilan Anak Bangsa (YKAB), guna meminta keadilan dan penangguhan penahanan dapat dikabulkan.

Kuasa Hukum juga Ketua Umum YKAB, A Noer Ally S.H menuturkan kronologis. Sebelumnya, dijelaskan Noer Ally,
Bahwa saudara M. Endang terakhir bekerja pada saudara Feri K bulan Febuari 2019 yang lalu.

“Saudara Feri K menuduh M. Endang telah melakukan pengelapan uang perusahaan sebesar Rp 300 juta, namun, menutu keterangan bahwa tuduhan tersebut adalah tidak benar, karena berupa tagihan perusahaan dalam bentuk nota kepada toko-toko atau pelanggan perusahaan yang membeli barang-barang berupa elektrik kepada perusahaan tersebut.

“Jadi dalam hal ini saudara M. Endang telah melakukan tugasnya sebagai karyawan di perusahaan yang saudara Feri K pimpin, dengan melakukan penagihan kepada toko-toko pelanggan perusahaan dari hasil penagihan tersebut saudara M. Endang melakukan penyetoran pembayaran kekantor perusahaaan tersebut setiap hari nya dengan nominal Rp 20 juta, sehingga total yang disetorkan ke Perusahaan tersebut mencapai Rp 300 juta dan pembayaran ada bukti berupa slip setoran Bank Panin,”jelas Kuasa Hukum dalam rilis menuturkan, Selasa (11/05/21).

Lanjut Noer Ally, saudara pelapor Feri K telah menuduh buku nota dan kunci dibawa oleh saudara M. Endang, fakta sebenarnya saudara M. Endang tidak pernah membawa buku nota dan kunci seperti yang dituduhkan saudara Feri K.

Lalu, saudara Feri K tidak membayar gaji dan komisi saudara M. Endang selama 3 terhitung dari bulan Desember 2018 sampai dengan Febuari 2019.

“Jadi saudar M Endnag, dibayar gaji oleh saudara Feri K dari awal bergabung di perusahaan tersebut sampai berhenti Febuari 2019 hanya dibayar dengan 1.200.000 dibawah gaji UMR,”kata Noer.

Disisi lain, Noer melanjutkan, saudara Feri K telah mengelapkan rumah milik M. Endang yang terletak di daerah Bogor, padahal kenyataan rumah tersebut adalah bukan milik saudara Feri.

“Jadi saudara Feri K ini menuduh bahwa pelunasan pembayaran rumah disangka uang hasil penggelapan padahal penulusananya dibayarkan oleh mertua H. Busri senilai Rp 169.000.000.000. Namun saudara Feri K tidak mengakui salah satu toko bernama Jaya Audio melakukan pembayaran transfer ke Rek BCA atas nama Feri K dan menuduh saudara M. Endang berbohong,”sambung Noer.

Bukan hanya M Endang, saudara Feri K juga menuduh Idola Arief yang merupakan adiknya terlapor, dengan kasus yang sama, diduga telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 93 juta berupa tagihan ke toko-toko, atas tuduhan tersebut tidak karena saudara Idola Arief melakukan penyetoran pembayaran ke perusahaan setiap hari senilai Rp 8 juta, total pembayaran ke perusahaan Rp 93 juta dan bantu oleh H. Busri setiap pembayaran Rp 2 juta lewat Rek BCA atas nama Feri.

Kasus lainnya, menyusul bahwa saudara Feri K telah melakukan pemukulan terhadap saudara Idola Areif sehingga mengakibat luka pada saudara Idola Arief dan Cory Mariza dan adiknya Idola Arif, karena telah diduga melakukan penggelapan sejumlah uang

Sebelumnya, Feri K juga telah melakukan bentuk pengacaman penembakan terhahadap sudara Idola Arief dengan sebuah pistol yang terjadi pada tahun 2014 silam.

Bukan hanya, M Endang dan Idola Arief, Feri K tjugantelah menuduh menuduh istrinya M Endang, yakni Cory Mariza, kasus dugaan pencurian barang di gudang senilai Rp 13 juta, namun fakta sebenarnya saudari Cory Mariza tidak melakukan pencurian barang digudang seperti yang saudara Feri K tuduhkanz akan tetapi saudari Cory Mariza tetap melakukan penggantian karena intimidasi dari saudara Feri K dengan cara pembayaran mencicil perbulan Rp 4 juta sampai lunas total Rp13 juta.

Menysul tuduhan itu, saudara Feri K bahkan telah melakukan penganiyaan pemukulan terhadap saudari Cory Martiza yang mengakibatkan luka memar dibagian muka sampai tidak bisa makan sampai sebulan.

Kejamnya lagi, bukan hanya penganiyaan, bahkan saudara Feri K telah melakukan  penyekapan kepada saudari Cory Mariza beserta anaknya yang berumur 3 tahun di sebuah gudang, kejadian pada tanggal 3 bulan Maret 2020.

*Saudara Cory beserta anaknya disekap, dan tidak dikasih makan dan minum dari jam 08:00 sampai 23:45. Bahwa keesokan harinya tanggal 4 bulan Maret 2020, saudara Feri K datang kerumah saudari Cory Mariza dengan tujuan mengusir saudari Cory Mariza dari rumah miliknya, sedangakan saat itu anak dari saudari Cory Mariza yang berumur 3 tahun sedang sakit panas,”ungkap Noer Ally.

Selain penganiayaan saudara Feri K juga telah menuduh Cory Martiza mengambil uang Rp 39 juta didalam tasnya, akan tetapi tuduhan tersebut juga tidak benar karena saudari Cory Mariza tidak merasa mengambil uang yang berada didalam tas tersebut. (ER/BC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here