Dirugikan Online Shop, IRT Asal Bogor Somasi Aplikasi Shopee 1,5 Triliyun

0
106

B-CHANNEL, BOGOR– Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kabupaten Bogor berinisial EM mengandeng pengacara Sembilan Bintang untuk melakukan somasi terhadap salah satu online shop ternama di Indonesia yaitu ‘Shopee‘. Pasalnya, IRT tersebut merasa dirugikan oleh pihak Shopee.

EM adalah konsumen Shopee yang sudah lama tidak aktif. Sebelumnya, EM pernah melakukan kegiatan transaksi pembelian di aplikasi Shopee tersebut. Namun sejak 15 Nopember 2020 EM sudah tidak lagi menjadi konsumen Shopee. Bahkan sudah keluar dari akun pribadinya dan sudah ia blokir.

Pada tanggal 2 Desember 2020, EM dikejutkan dengan adanya tagihan dari aplikasi Shopee secara sistem, dengan jumlah kurang lebih sebesar Rp.6.000.000. Padahal faktanya EM tidak pernah melakukan transaksi setelah memblokir akun Shopee di tanggal tersebut.

“Jadi didalam sistem Shopee EM ini seakan telah melakukan transaksi pembelian barang berupa kamera Iphone dan pembelian barang berupa LCD Iphone. Padahal faktanya tidak ada transaksi apapun,”kata Kuasa Hukum EM, Anggi Triyana Ismail, dari Sembilan Bintang, Rabu (23/12/20).

“Jadi Klien sudah memblokir akunnya disaat dimana ada keanehan atau kejanggalan dikala telah diketahui adanya transaksi begitu saja tanpa adanya keterlibatan selaku konsumen atau pemilik akun yang sah yang terdaftar di PT. Shopee Internasional Indonesia,”tambah Anggi.

Bahkan, EM menyampaikan, bahwa dirinya didalam transaksi fiktif itu tiba-tiba uang yang berada di ATM Mandiri miliknya tiba-tiba berkurang.

“Dari dasar tersebut kami telah membuat Laporan Dugaan Tindak Pidana Penipuan Transaksi E-Commerce di Polres Bogor sebagaimana LP No. STBL / B / 629 / XII / 2020 / JBR / RES BGR,”jelasnya.

Tak hanya itu, Kuasa hukum korban juga akan melakukan laporan kepolisian, mengingat perstiwa yang dialami kliennha mengalami kerugian, baik materil dan immateril.

“Hal ini akan menjadi pertimbangan keras buat kami untuk melakukan gugatan perdata di pengadilan setempat guna mengembalikan kerugian yang dialami klien kami baik materil maupun immateril,” ujarnya.

Sebelum melakukan langkah hukum gugatan, pihaknya telah melayangkan somasi terlebih dahulu ke PT. Shopee Internasional Indonesia yang berkedudukan di Jakarta – Indonesia dan di Singapura, dengan tuntutan ganti kerugian sebesar United State Dollar USD 105,000,406 yang apabila dirupiahkan sebesar 1,5 triliyun rupiah.

“Disisi lain pun kami menegur secara tertulis ke PT. Bank Mandiri (persero) Tbk, guna meminta pertanggungjawaban hukumnya yang diduga telah lalai dalam menjaga keuangan milik klien kami EM.

“Kami tunggu itikad baik dari kedua badan hukum tersebut guna menyelesaikan permasalahan ini dengan prioritas mediasi. JIka tidak ada itikad baik yang dimaksud, maka jelas kami akan melakukan langkah hukum berupa gugatan ke Pengadilan Negeri setempat,”tukasnya.

Kasus EM ini, menurutnya, merupakan dugaan perbuatan lalai maupun kecerobohan dari pihak perusahaan dan Bank. Tidak hanya itu, perlindungan nasabah dari pihak PT. Bank Mandiri (persero) Tbk pun diduga sangat lemah dan lalai, sehingga uang yang disimpan di Bank Mandiri raib dan hilang begitu saja.

Hal itu tidak sesuai dengan semangat UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen, yang dimana didalamnya menyebutkan bahwa pelaku usaha wajib “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.

Reporter: Risky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here